news24xx.com
News24xx

Ekonomi

Karena Trump Mengintervensi Pasar, Harga Minyak Brent Menyentuh Angka Tertingginya

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Harga minyak dunia kembali menyentuh rekor tertinggi. Dan untuk pengiriman November 2018, harga minyak west texas intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange melaju 1,57 persen ke USD 76,41 per barel. Setelah melaju kencang, Kamis (4/10) pukul 7.21WIB, harga minyak terkoreksi 0,43 persen ke USD 76,08 per barel.

 

Pergerakan serupa pun terjadi pada harga minyak brent. Harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2018 di ICE Futures kemarin melaju ke rekor tertinggi sejak Desember 2014. Kemarin, harga minyak acuan internasional ini melompat 1,76 persen ke USD 86,29 per barel.

 

Pada Kamis (4/10/2018), harga minyak terkoreksi 0,45 persen dari rekor baru. Harga minyak hari ini pun masih lebih tinggi dari posisi hari Rabu kemaren.

 

Kemarin, American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 907.000 barel hingga akhir pekan lalu. Sementara itu, Barclays memperkirakan, produksi minyak AS tahun depan akan mencapai 11,3 juta barel per hari. Dilansir dari kontan.co.id

 

Meski ada potensi kenaikan pasokan, para trader mengatakan pasar minyak masih ketat karena sanksi AS terhadap Iran yang berlaku awal bulan depan.

 

Presiden Rusia Vladimir Putin membenarkan anggapan Presiden AS Donald Trump bahwa harga minyak terlalu tinggi. Pada Russian Energy Week, Putin mengatakan bahwa harga minyak melonjak karena adanya sanksi AS terhadap produsen besar OPEC, Iran.

 

Presiden Putin berkomentar, sebaiknya Trump tidak mengintervensi pasar minyak. Dikatakannya Eropa terlambat menahan dampak penerapan sanksi terhadap Iran, yang merupakan penyebab utama kenaikan harga.

 

"Kami telah  menaikkan produksi 400.000 barel per hari sesuai dengan kesepakatan dengan rekan kami. Kami bisa menaikkan lagi antara 200.000-300.000 barel per hari jika diperlukan," kata Putin seperti dikutip Reuters.

 

Bulan September, produksi minyak Rusia mencapai 11,36 juta barel per hari yang merupakan level produksi tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

 

Selain Rusia, Arab Saudi berniat menaikkan produksi minyak pada bulan depan. Bulan ini, produksi minyak Saudi diperkirakan mencapai 10,7 barel per hari.

 

Khalid al-Falih, Menteri Energi Saudi mengatakan, "Kami telah berkomunikasi secara mingguan dengan Rusia untuk menstabilkan pasar minyak yang terus mencetak harga tertinggi. Para produsen minyak telah menambah sekitar 1 juta barel perhari dalam beberapa pekan dan bulan terakhir."

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...