news24xx.com
News24xx

Ekonomi

Dalam Forum Pertemuan Tahunan World Bank dan IMF tahun 2018, Daur Ulang Sampah Plastik akan Menjadi Usulan

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Pemerintah Indonesia masih mendapatkan persoalan serius akan penanganan sampah. Berdasarkan data Jambeck (2015), diperkirakan 3,32 juta metrik ton limbah plastik di dalam negeri belum terkelola baik. Bahkan, sebanyak 0,48-1,29 juta metrik ton di antaranya tersebar ke laut.

 

Edwin Nirwan selaku Peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, mengatakan, untuk membantu mengurangi masalah sampah plastik ini, Balitbang PUPR telah melakukan penelitian terkait pemanfaatan limbah plastik untuk konstruksi sejak 2008 lalu. Dan kemudian atas inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, penelitian ini terus dikembangkan dan diintensifkan sejak awal 2017.

 

Edwin mengatakan bahwa penggunaan aspal campuran limbah plastik telah diuji coba pada beberapa ruas jalan nasional di Jakarta, Makassar, Bekasi, Denpasar dan Tol Tangerang-Merak.

 

"Dari hasil uji laboratorium di 2017 oleh Pusat Litbang Jalan, Balitbang, Kementerian PUPR, campuran aspal panas dengan tambahan limbah plastik lebih tahan terhadap deformasi dan retak dibandingkan dengan campuran aspal panas biasa," sebut Edwin, yang dilansir dari Liputan6.com (7/10).

 

"Penggunaan limbah plastik juga sama sekali tidak mengurangi kualitas jalan, bahkan justru bisa menambah kerekatan jalan. Saat dihampar sebagai aspal panas, ketika diukur suhunya yaitu 150-180 derajat celsius, yang artinya plastik tidak terdegradasi dan masih jauh dari batas degradasi sampah yaitu 250-280 derajat Celcius atau suhu di mana plastik mengeluarkan racun" terangnya.

 

"Pemanfaatan limbah plastik untuk aspal ini diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat terhadap permasalahan sampah di Indonesia. Dan pada Forum Pertemuan Tahunan World Bank dan IMF tahun 2018 ini, kita akan tunjukkan pada perwakilan negara yang hadir terkait dengan solusi masalah limbah plastik ini," ungkap dia.

 

Disisi lain, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia, Achmad Widjaja mengatakan,‎ ‎"Pemanfaatan plastik sebagai bahan campuran aspal merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia. Plastik bekas pakai bisa menjadi bahan campuran berbagai produk lainnya, mulai dari bahan campuran aspal, material konstruksi, seperti paving, bata untuk dinding, atap, dan lain sebagainya."

 

Menurut Achmad, daripada menerapkan kebijakan cukai untuk membatasi konsumsi plastik, lebih baik ‎pemerintah mencari cara untuk mengubah sampah plastik yang dihasilkan masyarakat untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti campuran aspal.

 

"Ini bisa menjadi contoh bagi di daerah, seharusnya pemerintah edukasi ke masyarakat, kenapa tidak disuruh daur ulang. Itu akan menjadi industri. Kalau dengan cara mengenakan tarif cukai ke plastik, itu hambatan bagi banyak industri. Kami tidak menginginkan itu," saran dia.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...