news24xx.com
News24xx

Pendidikan

Sindrom Takotsubo, Sindrom Mematikan yang Timbul Karena Ditinggalkan Oleh Orang Tercinta

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Satu abad yang lalu, seorang ilmuwan bernama Karl Pearson mempelajari batu nisan ketika dia menyadari ada satu hal yang unik: pasangan suami dan istri biasanya meninggal dalam waktu satu tahun. Banyak penelitian sekarang menunjukkan bahwa stres dan keputusasaan secara signifikan mempengaruhi kesehatan, terutama di jantung.

Seperti kardiomiopati Takotsubo atau sindrom patah hati, yang terjadi ketika pasangan seseorang meninggal, kekhawatiran finansial atau emosi lainnya akan sangat melemahkan jantung. Kondisi ini menyebabkan gejala yang menyerupai serangan jantung. Beban emosional ini mengubah bentuk hati seperti panci tradisional Jepang yang disebut Takotsubo yang memiliki leher pendek dan bagian bawah yang lebar.

"Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi para ahli berpikir bahwa hormon stres yang melonjak (misalnya, adrenalin) pada dasarnya 'membakar' jantung, memicu perubahan pada otot jantung atau arteri koroner (atau keduanya) yang mencegah ventrikel kiri melakukan tugasnya dengan benar." seperti dikutip dari situs Harvard Health Publishing, Harvard Medical School.

Seorang ahli jantung, Dr. Sandeep Jauhar, mengatakan bahwa meskipun inovasi dalam menangani jantung semakin maju dan baik, bidang kardiologi masih perlu lebih memperhatikan faktor risiko lain yang dapat mempengaruhi penyakit jantung.

Kebanyakan orang hanya tahu faktor-faktor risiko seperti merokok atau kolesterol dan tekanan darah tinggi. Tetapi ada kemungkinan faktor risiko psikososial seperti hubungan yang tidak bahagia, kemiskinan, dan stres kerja.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...