news24xx.com
News24xx

Internasional

Manager Sebuah Perusahaan Ditahan Polisi Karena Memaksa Pegawainya Untuk Memakan Kecoak dan Minum Urin

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Tindakan tak lazim dalam memberikan hukuman dan mempermalukan dengan cara memaksa karyawan. Hal ini bukan hanya sekali saja terjadi para perusahaan-perusahaan di China.

 

Berbagai laporan diterima polisi tentang karyawan perusahaan yang dipaksa saling menampar di sebuah acara perusahaan. Tapi mereka berkilah tindakan itu untuk meningkatkan motivasi. Dan selain itu ada juga staf yang dipaksa merangkak di jalan umum atau mencium tempat sampah sebagai bentuk hukuman atau disebut sebagai cara untuk mempererat kerja sama tim.

 

Baru-baru ini beredar di media sosial facebook dan instagram. Berbagai unggahan di media sosial menyebut para karyawan diperintahkan juga untuk memakan kecoa bila mereka tidak memenuhi target penjualan.

 

Alhasil, kepolisian China di wilayah Zunyi langsung melakukan penangkapan dan menahan tiga manajer di sebuah perusahaan karena memaksa para karyawannya minum air kencing dan makan kecoa.

 

Media setempat melaporkan, polisi mengambil tindakan setelah muncul berbagai video yang menunjukkan para karyawan dicambuk dengan sabuk dan minum cairan berwarna kuning. Lalu, tiga manajer tersebut dipenjara selama lima dan 10 hari setelah insiden itu terjadi, lapor harian South China Morning Post, seperti dikutip dari BBC, Rabu (07/11/2018).

 

Sebuah video yang beredar luas di situs media sosial China, Weibo, menunjukkan seorang karyawan pria berdiri di tengah-tengah orang yang mengelilinginya, dicambuk dengan ikat pinggang.

 

Staf lain terlihat meminum cairan berwarna kuning dari gelas plastik sambil memegang hidung mereka.

 

Beberapa tangkapan layar yang dikatakan merupakan pesan dari para manajer, mengancam para staf bahwa mereka harus makan kecoa jika kinerjanya buruk.

 

Menurut laporan media, karyawan yang disiksa dan dipermalukan termasuk minum air toilet atau cuka dan mencukur kepala mereka, menjadi bagian dari budaya perusahaan renovasi rumah di kota Guizhou itu. Perusahaan tersebut dilaporkan pula tidak membayar gaji karyawan selama dua bulan terakhir dan staf takut untuk buka suara.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...