news24xx.com
News24xx

Nasional

Merpati Airlines Harus Memenuhi Semua Persyaratan yang Dibutuhkan Jika Mereka Ingin Kembali Mengudara

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Merpati Nusantara Airline berusaha untuk dapat kembali mengudara di tanah air. Berbagai tahapan persyaratan dan pemenuhan aturan disampaikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk bisa kembali menerbangi langit di Indonesia.

 

Selain itu, Majelis Hakim Pengadilan Niaga (PN) telah mengabulkan proposal perdamaian dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU PT Merpati Nusantara Airlines dengan kreditur di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Rabu (14/11/2018).

 

"Saat ini Surat Izin Usaha Angkutan Niaga Berjadwal serta Sertifikat Operator Pesawat Udara milik Merpati Airlines sudah tidak berlaku. Ini karena perusahaan sudah lebih dari 12 bulan berturut-turut tidak beroperasi," dijelaskan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti. Kutipan dari pemberitaan liputan6.com (15/11).



BACA JUGA : Penjualan Di Era Digital, Belum Ada Sistem Pengawasan Obat dan Makanan Di BPOM

Dalam keterangan resminya, pada Kamis (15/11), disebutkan untuk mendapatkan Izin Usaha dan Sertifikat Operator Pesawat Udara, Merpati harus mengajukan kembali dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam UU nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan serta aturan-aturan turunannya

 

"Ini dalam menanggapi banyaknya pertanyaan yang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan terkait kemungkinan Merpati Airlines segera beroperasi kembali," jelas dia.

 

"Izin Usaha Angkutan Udara adalah izin yang diterbitkan oleh Lembaga Online Single Submission (OSS) untuk dan atas nama Menteri Perhubungan. Itu setelah sebuah perusahaan melakukan pendaftaran untuk memulai usaha angkutan udara niaga berjadwal," jelas dia lagi.

 

Dirjen Perhub Kemenhub juga mengatakan yang menjadi persyaratan sebuah perusahaan untuk memperoleh izin mengacu pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara, dan Perubahannya.



BACA JUGA : Hati-hati, Para Ahli Mengatakan Jakarta Akan Tenggelam Lebih Cepat Dari yang Kita Duga

Kemudian Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2018 tentang Norma, Standar, Prosedur, danKriteria Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Perhubungan di Bidang Udara.

 

"Pemohon Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal dapat berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ataupun Badan hukum Indonesia yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi, yang akan melakukan kegiatan utamanya mengoperasikan pesawat udara untuk digunakan mengangkut penumpang, kargo, dan/atau pos dengan memungut pembayaran untuk penerbangan dengan jadwal yang teratur," paparnya.

 

Persyaratan permohonan Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal yaitu memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai OSS dan Izin Usaha yang belum berlaku efektif, memenuhi persyaratan administrasi (sebagai bagian dari persyaratan komitmen). Lalu harus memenuhi persyaratan teknis berupa Rencana Usaha (business plan) untuk kurun waktu minimal 5 tahun dan kemudian melakukan pembayaran PNBP.

 

"Setelah dilakukan permohonan dan melengkapi persyaratan sesuai dengan ketentuan, Izin Usaha akan diproses dan waktunya adalah 30 Hari Kerja setelah berkas diterima lengkap dan benar," papar Polana.

 

"Setelah izin usaha, Merpati juga harus memiliki sertifikat operator pesawat udara (Air Operator Certificate), yang diberikan kepada badan hukum Indonesia yang mengoperasikan pesawat udara sipil untuk angkutan udara niaga yang dapat diberikan setelah lulus pemeriksaan dan pengujian serta pemohon mendemonstrasikan kemampuan pengoperasian pesawat udara," terang Polona, "Adapun tahapannya yaitu pre-application, formal application, document compliance, demo and inspection dan certification."

 

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...