news24xx.com
News24xx

Nasional

Paus yang Mati di Wakatobi Dikuburkan, Disebut-sebut Bukan Kasus Pertama

news24xx

A whale A whale

News24xx.com - Bangkai Paus Sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dimakamkan di pantai Desa Kapota Utara untuk menghindari dampak lingkungan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (21/11), Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi Heri Santoso menjelaskan penarikan paus dari laut ke situs pemakaman, yaitu Pantai Watululu, menggunakan speed boat ofNavy Post (POSAL) Wakatobi.

Selanjutnya, sekitar 50 orang menarik bangkai paus untuk meletakkannya di lubang yang disiapkan.

"Untuk membuatnya lebih mudah, disepakati bahwa bangkai paus akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu tubuh dan kepala karena itu tidak akan mungkin jika ditarik sekaligus ke dalam lubang. Kemudian bangkainya dikubur dengan pasir," kata Heri.

Pemakaman bangkai paus dilakukan untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan akuatik, serta bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Selain itu, pemakaman paus dimaksudkan untuk menyelamatkan tulang skeletal secara keseluruhan.
"Rencananya kerangka itu akan digunakan sebagai spesimen oleh kampus AKAKP Wakatobi sebagai bahan pendidikan dan penelitian. Untuk keselamatan, kami juga membuat tanggul-tanggul karung pasir yang dipenuhi pasir di sekitar titik persediaan," kata Heri.

Proses penguburan paus melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Balai Taman Nasional Wakatobi, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi (AKKP), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), POSAL Wakatobi, Dinas Kelautan dan Perikanan. Wakatobi, Kepala Desa Kapota, Kepala Desa Kapota Utara, Yayasan Wakatobi Alam Lestari, WTC, WWF, dan masyarakat sekitar.

Paus sperma dengan panjang sekitar 9,5 meter dan lebar sekitar 437 sentimeter (cm) dimakamkan di sebuah lubang berukuran 10 meter panjang, dua meter lebar dan 80 cm.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...