news24xx.com
News24xx

Pelalawan

Sukses Besar, Even Nusantara Festival Bono Surfing Diikuti Perselancar Propesional Dari Berbagai Belahan Dunia

news24xx

Head of Budparpora Pelalawan Andi Yuliandri with professional Canadian surfers Head of Budparpora Pelalawan Andi Yuliandri with professional Canadian surfers

News24xx.com -  Event pariwisata Nusantara Festival Bono Surfing yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 November 2018 sukses dilaksanakan, dengan diikuti para perselancar propesional baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Bono Surfing adalah nama event yang diberikan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, setelah wisata alam Bono ini menjadi kalender Pariwisata Nusatara. Sebelumnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan mempromosikannya dengan nama Bekudo Bono.

Wakil Bupati Pelalawan, H Zardewan MM menyebutkan selama ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan sudah berupaya maksimal membangun kawasan wisata Ombak Bono, termasuk mempublikasikan ke dunia internasional.

Termasuk infrastruktur penunjang. Mulai dari pembangunan akses jalan, areal parkir, hingga fasilitas pendukung lainnya dalam tersebut. Namun begitu, membangun wisata Bono tidak cukup hanya dengan tangan Pemda saja. Keterlibatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau serta Pemerintah Pusat melalui Kemenpar RI.

"Tentu saja Pemda sangat membutuhkan dukungan dalam bentuk pembangunan di wisata Bono dari pusat dan daerah. Kalau hanya Pemda, tidak bisa maksimal," ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pelalawan, Andi Yuliandri menjelaskan, rangkaian event Bono Surfing di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti dimulai sejak, 22 November 2018, dimulai dengan beberapa permainan rakyat yang menjadi kearifan lokal. Seperti gasing, enggrang, bakiak, permainan gala dan permainan tradisional lainnya.

Untuk pembukaan event pariwisata nasinal ini, dilaksanakan pada Jumat (23/11/2018) silam. Puncaknya, pada 24 November 2018, para peselancar fropesional baik local maupun internasional, menjejal gelombang sungai Kampar ini.

Gelombang Bono merupakan destinasi wisata alam yang telah mendunia di Kabupaten Pelalawan. Keunikan gelombang Bono mampu memperdaya peselancar dari seluruh penjuru dunia. Tidak jarang pada event tertentu di Kecamatan Teluk Meranti selain Bono Sirfing dan Bekudo Bono tentunya, selalu ramai dipadati turis domestik maupun mancanegara yang ingin menjajal kedahsyatan berselancar di gelombang Bono.

Keunikan gelombang Bono ternyata menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini membuat untuk kesekian kalinya di tahun lalu, Bupati Pelalawan HM Harris menerima penghargaan tingkat nasional atas prestasinya membangun daerah ini. Penghargaan diraih oleh orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan atas prestasinya mempopulerkan wisata Bono sebagai destinasi tempat berselancar terpopuler (Most Popular Surfing Spot).

Bupati Harris mengatakan, apresiasi disampaikan atas dukungan dan partisipasi masyarakat dan segenap pihak terkait yang sudah bekerjasama dalam menghantarkan Bono sebagai nominasi populer sehingga mendapatkan peringkat pertama sebagai tempat berselancar terpopuler.

"Prestasi ini tidak terlepas dari 7 program strategis pemerintah daerah melalui Pelalawan Eksotis yang menjadikan Bono sebagai destinasi wisata nasional selaras dengan program pemerintah pusat menuju Indonesia Emas 2045 dan Nawacita Presiden Jokowi dalam hal percepatan laju pertumbuhan ekonomi melalui bidang pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar," katanya kala itu.

Ombak Bono masuk kawasan untuk pengembangan lokasi wisata di Kabupaten Pelalawan, oleh Bupati HM. Harris. Hal ini sejalan dengan usulan Menteri Pariwisata, Arief Yahya pernah mengusulkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Riau.

Kementerian Pariwisata telah memberi target pada Provinsi Riau agar mendatangkan 60.000 wisatawan asing pada tahun lalu. Pemerintah Provinsi Riau mengunggulkan tiga festival selama tahun 2017 agar bisa menarik minat wisatawan bagi berkunjung ke Riau, termasuk Bono Surfing atau bekudo bono ini.

Kepala Disparbudpora Kabupaten Pelalawan, Andi Yuliandri pernah menyampaikan, selain menjadi ikon wisata Provinsi Riau, Bono di Teluk Meranti juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Riau.

“Bukan tanpa alasan Bono menjadi KEK Pariwisata karena HPL-nya seluas 600 hektar yang terdiri dari kawasan resort, hotel, permainan, hiburan, pengembangbiakan rusa dan lain sebagainya,” kata Andi Yuliandri.

Dengan menjadi ikon wisata Riau dan KEK Pariwisata Riau, Kementerian Pariwisata RI berkomitmen untuk mempromosikan Bekudo Bono Teluk Meranti Pelalawan ke manca negara, sekaligus mencarikan investor untuk mengembangkan kawasan Bono Teluk Meranti.


"Tentunya dalam pengembangan kawasan Bono ini kita menyamakan konsep dengan pusat. Tentunya kedepannya kita berharap pengembangan kawasan Bono di Teluk Meranti terus dilakukan secara bersama-sama, baik dari Pusat, Pemrov Riau dan Pemkab Pelalawan,” harapnya.

 

Siapkan Bono Mendunia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan gelombang Bono dimulai dari dalam negeri hingga sampai ke mancanegara. Setiap ada kesempatan gelombang Bono tetap menjadi prioritas pemerintah untuk ditawarkan.
Salah satu cara promosi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan secara berkala menggelar iven seni dan budaya guna menambah daya tarik pengunjung.

Promosi setiap tahun dilaksanakan disaat pasang mati, dimana air laut naik menuju daratan terjadi saat bulan-bulan November dan Desember adalah dengan menggelar Bono Surfing atau Bekudo Bono.

Acara ini meramu sejumlah kegiatan dengan ikon wisata seperti menampilkan seni dan budaya kabupaten/kota Se-Provinsi Riau, kemudian acara lomba mancing dan tentu saja lomba berselancar dengan berbagai kategori, baik tingkat lokal maupun nasional.

Selain itu, ada juga lomba fotografi yang diharapkan menghasilkan momen-momen eksotik dari gelombang Bono nan asri dan memukau.

Dengan segala usaha dan upaya Pemerintah Kabupaten dalam promosi wisata yang dalam pengelolaan akhirnya wisata gelombang Bono mendapat pengakuan dari pemerintah pusat dengan masuknya wisata Bono menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang mendapat prioritas pengembangan dan promosi keseluruh mancanegara.

"Acara untuk meramaikan Bono Surfing ini, disajikan hiburan rakyat dan lomba permainan tradisional yang waktu pelaksanaannya dimulai sejak tanggal 23 November," sebut Kepala Disbudparpora Pelalawan, Andi Yuliandri.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan event Bono Surfing diisi dengan digelar pentas seni budaya dari masyarakat. "Untuk mengisi hiburan selama pelaksanaan event dari masyarakat ditampilkan permainan rakyat dan pentas seni budaya," tandasnya.  (***)

 

 

 

 


R24/adv

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...