news24xx.com
News24xx

Nasional

Survei yang DIlakukan di Jakarta Menunjukkan Bahwa Banyak Wanita yang Pernah Mendapatkan Pelecehan Seksual

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Change.Org, Hollaback! Jakarta, Lentera Sintas Indonesia, PerEMPUan, dan Jakarta Femist Discussion Group (JFDG) bekerja sama untuk membuat survei tentang pelecehan seksual terhadap perempuan di transportasi umum. Kelima lembaga berbagi hasil mereka pada 29 November 2018 di Menteng, Jakarta Pusat.

 

Survei ini melibatkan 470 responden perempuan dari 8 lokasi berbeda, sebagian besar sekolah dan kampus di Jakarta, di mana banyak dari mereka menggunakan transportasi umum. Sekitar 35,9% dari mereka mengakui bahwa mereka pernah dilecehkan secara seksual dalam transportasi umum konvensional seperti bus atau angkot. Sementara itu, sekitar 9,4% mengaku bahwa mereka dilecehkan secara seksual di transportasi umum online.

 

Sekitar 15,7% menyebutkan angkot sebagai angkutan umum konvensional di mana hal-hal seperti ini banyak terjadi, diikuti oleh KRL 9,5% dan bus/minibus 4,9%. Meskipun baru-baru ini, media sibuk dengan kasus pelecehan seksual yang terjadi di mobil taksi online, survei menunjukkan bahwa pelecehan seksual sebenarnya lebih sering terjadi pada penumpang yang menggunakan ojek online (5,8%) dibandingkan mereka yang menggunakan mobil taksi online (1,3%).



BACA JUGA : Penjualan Di Era Digital, Belum Ada Sistem Pengawasan Obat dan Makanan Di BPOM

Sebagian besar pelecehan seksual dalam bentuk ogling (32,2%), diikuti oleh meraba-raba (15,9%) dan menunjukkan organ seksual seseorang (10,9%). Ada juga yang menggosok tubuh mereka terhadap korban (6%), melakukan masturbasi (4%) atau memberi tahu korban tentang pengalaman seksual mereka (2%).

 

Sekitar 20,3% dari korban mengklaim bahwa mereka memilih untuk berlari sebagai respon terhadap pelecehan seksual yang mereka dapatkan. 18% dari mereka mengaku melawan pelaku sementara 10% dari mereka memilih untuk tetap diam.

 

Banyak orang berpikir bahwa pelecehan seksual hanya terjadi pada malam hari. Tapi survei menunjukkan bahwa pelecehan seksual terjadi sebagian besar di pagi hari (2,1% online, 10,9% konvensional) dan pada siang hari (51% online, 8,9% konvensional).



BACA JUGA : Hati-hati, Para Ahli Mengatakan Jakarta Akan Tenggelam Lebih Cepat Dari yang Kita Duga

Banyak dari kita berpikir bahwa perkosaan adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan. Tetapi itu hanyalah klimaks bagi semua pelecehan "kecil" ini dan itu tidak akan pernah berhenti kecuali kita menghentikan pelecehan ini terlebih dahulu.

 

“Pelecehan seksual hanya satu langkah dari pemerkosaan. Mengapa? Karena pelecehan seksual sama seperti 'tes' yang dilakukan para peleceh terhadap korban, ”kata Olin Monteiro dari Jakarta Femist Discussion Group (JFDC). Ini berarti bahwa pelaku akan melihat bagaimana korban mengambil pelecehan mereka dan melihat bagaimana korban akan bereaksi.
 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...