news24xx.com
News24xx

Rokan Hilir

Upaya Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Dalam Menggapai Harapan Jadi Swasembada Pangan

news24xx

Rokan Hilir Regent H Suyatno symbolically provided agricultural equipment to farmers in Rimba Melintang District Rokan Hilir Regent H Suyatno symbolically provided agricultural equipment to farmers in Rimba Melintang District

News24xx.com -  Program ketahanan pangan dimasa kepemimpinan Bupati Rohil H Suyatno terus mengukir prestasi dengan keberhasilnya membina berbagai kelompok tani dalam memacu peningkatan sektor pertanian hingga pencapaian swasembada pangan. Penerapan program ini dinilai berhasil dengan meningkatnya taraf kehidupan masyarakat petani.

Melalui sektor Pertanian turut dan terus mengukir prestasi ditingkat Nasional. Penilaian itu, yakni meliputi pengelolaan serta pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang diterapkan. 

Tentunya Kepemimpinan H Suyatno dalam menciptakan kehidupan masyarakat tani yang lebih baik sudah terbukti. Buktinya, sejumlah prestasi telah banyak yang berhasil diukir oleh petani Rohil di tingkat Nasional. 

Di bawah binaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Rohil telah diundang ke Istana Jakarta untuk menerima penghargaan tingkat nasional sebagai Gapoktan berprestasi. 

Untuk mencapai dan meraih penghargaan berprestasi sampai tingkat nasional ini, banyak seleksi dan tahapan yang harus dilewati oleh Gapoktan Muktijaya. Yakni melalui seleksi tingkat kabupaten dan Provinsi Riau hingga sampai ke tingkat nasional. 

 

Penilaian itu, yakni peliputi pengelolaan serta pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang diterapkan.


Berbagai Sektor Menuai Prestasi


Kearifan Suyatno sebagai pemimpin Rohil sudah tak diragukan lagi, berbagai sektor sudah terbukti menuai prestasi sebagaimana diketahui baik itu dari kabar mulut maupun dari media massa. Sebagaimana program Nasional yang digalakkan Presiden RI Jokowidodo terkait ketahanan pangan Nasional sangat dipandang perlu demikian itu juga Rohil turut menempati posisi penting disana, bahkan saat ini Pemerintah Kabupaten Rohil tengah menggalakkan kegiatan program tersebut.

Pemerintah Daerah Kabupaten Rohil bertekad swasembada pangan 2017 mendatang. Keberhasilan itu diyakini dapat dicapai bekerjasama dengan Pemda, TNI dan kelompok tani.

Bahwa diketahui juga dahulu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir merupakan lumbung padi terbesar di Propinsi Riau. Namun, kini produksi padi menurun lantara banyaknya alih fungsi lahan.

Untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dalam program peningkatan ketahanan pangan Nasional, Pemerintah daerah bergandeng tangan bersama TNI-AD, kelompok tani, untuk mengatasi persoalan ini nantinya. Hasilnya dapat dirasakan dalam tiga tahun kedepan, sektor pertanian di Kabupaten Rohil dapat meningkat pesat, dan berkembang sebagai salah satu daerah penghasil lumbung padi terbesar di Propinsi Riau.

Sebagaimana yang diintruksikan Priseden RI Joko Widodo, bahwa Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan. 

Dari pada itu, pemerintah daerah bersama DPRD berupaya memajukan sektor pertanian, jagung dan kedelai dalam tiga tahun kedepan. Terpenting, menurut bupati, kabupaten Rohil harus menjadi yang terbaik dalam bidang pertanian dan palawija. Terbukti, Kabupaten Rohil masih yang terbaik kedelainya. Dan, daerah Darusalam daerahnya sangat potensi untuk tanaman kedelai dan jagung, harapan tersebut agar bisa tetap dipertahankan. Targetnya, Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan 2017.

Jika Indonesia tidak dapat melaksanakan program swasembada pangan, dipastikan dapat terjadi krisis pangan kedepanya. Karena, lanjutnya, sekarang ini sudah terjadi perang energi pangan dan air.

Bahwa sangat ironis jika negara Indonesia yang diberikan kekayaan energi alam yang besar tetapi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar. Mudah-mudahan kehadiran TNI sebagai pendamping dapat menjadi pengugah penyuluh pertanian.

Intinya kegiatan ini yakni mensinegrikan program swasembada pangan. Mudah-mudahan kehadiran TNI dapat menjadi motivasi ditengah masyarakat kelompok tani. dan berharap kegiatan ini dapat sukses hingga tahun 2017, mendatang, dan bisa swasembada pangan.
 

Rokan Hilir sepuluh tahun lalu memiliki areal tanaman pertanian seluas 43 ribu hektar, seiring berjalanya waktu terjadi alih fungsi lahan, dan kini hanya tinggal 32 ribu hektar. Menindaklanjuti rencana pengembangan areal pertanian, lanjutnya, Dinas Pertanian dan Peternakan melakukan pengukuran tahun 2013, hasilnya lahan pertanian hanya tinggal 12.709 hektar.

Dan tahun 2014, sasaran tanam setahun 12 ribu hekatr namun realisasi 14 ribuktar. Rencana untuk pengembabgan jaringan jaringan tresier 3 ribu hektar, untuk tahun 2015,

Dirimbo melintang bisa tanam 3 kali setahun artinya Indeks Pertanaman 300. Kemudian, di Rimbo Melintang memiliki pompanisasi untuk mengatur irigasi air. Kabaupaten Rohil sendiri memiliki areal 141 hektar yang masih berstatus Quo, dan terkendala tidak bisa diolah menjadi tambahan areal pertanian.

Sedangkan laju pertumbuhan dalam kurun waktu tahun 2009-2013 terjadi alih fungsi lahan. Persoalanya, sebanyak 9.458 hektar terjadi alih fugsi lahan dengan rata 47 ribu hektar.

Jumlah kerusakan infrastruktur  saluran irigasi daerah sepanjang 1.983,15 kilometer dan daerah rawa 4 kilometerlebih. Dengan perhitungan 82 61 persen, dan daerah rawa 78,29 persen

Produktivitas rendah, kualitas SDM petani rendah dalam penerapan teknologi dan manajemen, serta Kelembagaan penunjang belum berjalan optimal dan akselibilitas petani terhadap modal lemah.

Pemkab Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati H Suyatno, berkomitmen melaksanaan program pertanian didaerahnya. program ini bertujuan untuk mewujudkan target swasembada beras di Rohil, dalam menciptakan Ketahanan Pangan secara nasional.
 
Ketahanan Pangan menjadi program nasional dari pemerintah pusat dan Pemkab Rohil menyambut baik program swasembada pangan Nasional tahun 2017 yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Bukti program Pemkab Rohil dalam peningkatan kesejahteraan petani di Rohil saat ini, penanaman padi dua kali di Kecamatan Rimba Melintang,  merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Rohil.
PROMOTED CONTENTMgid
 
 
"Daerah tersebut lumbung pangan beras di daerah Rohil yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan," kata Bupati, yang juga yakin tahun ini swasembada beras di Rohil bisa tercapai.
 
Kecamatan Rimba Melintang merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi  lebih dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainnya yang ada di Rohil dalam hal pengembangan potensi pertanian padi. Luas persawahan di Kecamatan Rimba Melintang mencapai 70 persen dari luas lahan persawahan secara keseluruhan yang ada di Kabupaten Rohil.
 
Menurut Bupati,Pemkab Rohil akan terus mendorong para petani dalam mengembangkan pertanian. segala bantuan dan pokok pendukung seperti Infrastruktur dan kualitas pertanian akan terus di tingkatkan. 
 
Di Kabupaten Rohil sendiri kebutuhan akan beras tergolong cukup tinggi yakni mencapai 70 persen. Jumlah tersebut sudah berada di atas rata-rata Provinsi Riau yang hanya 50 persen saja. Sedangkan sisanya, kebutuhan beras di Kabupaten Rohil biasanya terpenuhi dari Sumatra Barat.
 
"Dari hasil produksi beras di daerah ini, kita baru memenuhi kebutuhan untuk daerah kisaran 70 persen, sementara sisanya kita penuhi dari Sumbar," kata Bupati. 
 
Pemkab Rohil melalui Dinas Pertanian tak henti-hentinya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertanian khususnya padi yang menjadi tanaman unggulan masyarakat di daerah ini khususnya Kecamatan rimba melintang, tidak itu juga kecamatan lainnya juga di pokuskan seperti Kecamatan Sinoboi, Bangko, dan Pasir Limau Kapas.
 
Dijelaskannya dengan sejumlah potensi yang dimiliki kecamatan itu maka Dinas Pertanian terus melakukan berbagai upaya dan terobosan-terobosan baru guna meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas hasil panen padi di daerah tersebut.
 

"Saat ini, saya berharap agar masyarakat tidak berpikir untuk mengalih fungsikan lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. Dengan kata lain, masyarakat jangan begitu percaya terhadap asumsi dengan banyaknya hasil perkebunan kelapa Sawit, karena perbandingan hasil produksi satu hektar sawah dan satu hektar kebun kelapa sawit, maka hasil panen padi sawah jauh memadai dari hasil panen kelapa sawit. Selain itu biaya operasional yang dikeluarkan petani persawahan lebih sedikit dari biaya operasional kebun kelapa sawit. Kira-kira perbandingannya 70 : 30 persen," kata Bupati. 
 
Dalam upaya meningkatkan hasil produksi pertanian tersebut terutama hasil padi (beras), Pemkab Pelalawan juga memberikan sejumlah bantuan berupa alat - alat mesin pertanian (Alsinta) untuk mengolah sawah seperti hand traktor, alat tanam, alat panen, bantuan bibit unggul sampai melakukan pelatihan terhadap para petani.Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat para petani. 
 
 
"Dulu panen padi biasanya dilakukan setahun sekali, namun sekarang telah dua kali dalam setahun. Dulu padi yang panennya hanya beberapa ton saja, saat ini meningkat signifikan," ungkapnya. 
 
Terpenting, menurut Bupati, Kabupaten Rohil harus menjadi yang terbaik dalam bidang pertanian dan palawija. Terbukti, Kabupaten Rohil masih yang terbaik kedelainya. Daerah Darusalam daerahnya sangat potensi untuk tanaman kedelai dan jagung, harapan tersebut agar bisa tetap dipertahankan. 
 
Menurut Kementrian Pertanian dan Perikanan bersama Panglima TNI. Jika Indonesia tidak dapat melaksanakan program swasembada pangan, dipastikan dapat terjadi krisis pangan kedepanya. Karena, sekarang ini sudah terjadi perang energi pangan dan air.   (***)

 

 

 

ADV

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...