news24xx.com
News24xx

Nasional

Penjualan Di Era Digital, Belum Ada Sistem Pengawasan Obat dan Makanan Di BPOM

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Peredaran obat dan makanan saat ini banyak yang masih belum memiliki standar. Hal ini menjadi tanggungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan produk obat-obatan dan makanan. 

 

Saat ini tren yang dilakukan masyarakat dalam penjualan melalui basis digital. Dan ini membuat BPOM kebingungan dalam pengawasannya.

 

Sebagai contoh yang beberapa waktu terjadi di wilayah Jawa Timur, penjualan produk kosmetik oplosan Derma Skin Care (DSC) melalui saluran digital yang cukup masif. Apalagi, produk tersebut memanfaatkan selebritis sebagai pihak pemasar.



BACA JUGA : Citilink aircraft failed to take off because the cooling system on the cabin can't function properly

Penjualan produk kosmetik tersebut memanfaatkan publik figur sebagai pihak endorser yang digambarkan telah menggunakan manfaat produk yang dimaksud. Model penjualan ini lazim di era digital yang merupakan dampak disrupsi dalam jual beli, tak terkecuali terhadap produk kecantikan.

 

"BPOM tampak gagap dalam melihat perubahan pola penjualan produk obat-obatan, termasuk makanan, yang terjadi di era digital ini. Toko kosmetik, obat dan makanan, tak lagi ditemui di outlet yang bisa dijangkau oleh BPOM, etalase produk-produk tersebut kini dipasarkan melalui fasilitas digital," ujar Anggota Komisi IX DPR, Okky Asokawati, yang diberitakan oleh sindonews pada Minggu (9/12).



BACA JUGA : Selain Ambulans Pre-Hospital, ACT juga Hadirkan Watertank dan Food Truck untuk Bantu Korban Bencana Indonesia dan Masyarakat Palestina

BPOM harus berbenah diri mengikuti tren masyarakat dengan perubahan model pengawasan terhadap produk obat-obatan dan makanan. Terlebih pada produk yang hampir mayoritas telah dilakukan melalui digital. Baik melalui platform media sosial, termasuk di market place online. 

 

"Call Center BPOM saat ini belum bisa menjawab kebutuhan zaman. BPOM harus buat sistem  yang mudah dijangkau oleh masyarakat dalam hal pengurusan izin BPOM melalui fasilitas digital. Dan juga BPOM harus bangun sistem pengawasan yang berbasis digital," ucapnya.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...