news24xx.com
News24xx

Nasional

Uji Coba Revitalisasi Kawasan Jam Gadang di Bukittinggi Telah Dilakukan, Peresmiannya Dilakukan Pada Kamis Ini

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Jam Gadang (Jam Besar) yang terletak di kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat hingga saat ini masih menjadi destinasi tujuan wisata baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 

 

Ukuran dasar bangunan Jam Gadang yaitu 6,5 x 6,5 meter, ditambah dengan ukuran dasar tangga selebar 4 meter, sehingga ukuran dasar bangunan keseluruhan 6,5 x 10,5 meter.

 

Pada bagian dalam menara jam setinggi 36 meter ini terdiri dari beberapa tingkat, dengan tingkat teratas merupakan tempat penyimpanan bandul. Bandul tersebut sempat patah hingga harus diganti akibat gempa pada tahun 2007.

 

Ada terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm pada Jam Gadang. Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur dan digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan BigBen di London, Inggris.

 

Mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah tingkat paling atas. Pada bagian lonceng tertera pabrik pembuat jam yaitu Vortmann Relinghausen.



BACA JUGA : Tersangka Teror Sibolga Meninggal Pada Senin Sore Karena Sakit Perut Akut

Vortman adalah nama belakang pembuat jam, Benhard Vortmann, sedangkan Recklinghausen adalah nama kota di Jerman yang merupakan tempat diproduksinya mesin jam pada tahun 1892.

 

Melihat bentuk bangunannya, Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi penyangga dan adukan semen. Campurannya hanya dari kapur dan pasir. Selesai pembangunan pada tahun 1926 yang merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Jazid Radjo Mangkuto, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.

Biaya yang telah digelontorkan untuk pembangunan pada saat itu adalah sebesar 3.000 gulden.

 

Berbagai renovasi terus dilakukan sejak didirikan, mulai dari bentuk tampilan bagian atasnya. Menara bagian atas mengalami tiga kali perubahan bagian atapnya.



BACA JUGA : Puluhan Orang Meninggal Dunia Dikarenakan Banjir Bandang di Papua

Pada awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda. Dan perubahan terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.

 

Renovasi terakhir yang dilakukan pada Jam Gadang adalah pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan dukungan pemerintah kota Bukittinggi dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Renovasi tersebut diresmikan tepat pada ulang tahun kota Bukittinggi yang ke-262 pada tanggal 22 Desember 2010. 

 

Dan kini, sejak adanya penutupan area Jam Gadang beberapa bulan yang lalu. Pengerjaan renovasi dilakukan sesuai dengan tren dan kondisi masa kini. Mulai dari renovasi taman, lampu, hingga kepada kelengkapan lainnya seperti air mancur.

 

Pemerintah kota Bukittinggi pada waktu kemaren telah membuka kembali area yang sebelumnya ditutup. Uji coba pun juga dilakukan, baik dari lampu hingga kepada air mancurnya dengan pewarnaan lampu yang warna-warni.

 

Uji coba dilakukan pada malam hari, pada Jumat (14/12) kemaren. Hadir dalam uji coba itu dari pejabat-pejabat daerah setempat, yang salah satunya adalah dari Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

 

Disebutkan Ramlan, bahwa adanya air mancur yang menari-nari ini dan kelengkapan lainnya belum selesai sepenuhnya. "Proses revitalisasi kawasan Jam Gadang itu sebenarnya belum selesai sepenuhnya, karena ada beberapa bagian yang masih dalam proses pengerjaan," ucap Ramlan yang dilansir dari instagram Kabarminang, yang dikutip pada Senin (17/12).

 

Rencananya kawasan taman Revitalisasi Jam Gadang ini akan di buka dan diresmikan pada hari Kamis, 20 Desember 2018. Dan informasi lain yang diperoleh dari akun faceofminangkabau menyebutkan bahwa anggaran yang dihabiskan Pemko Bukittinggi untuk pembanguan itu adalah sebesar Rp 25 miliar.

 

Lebih lanjut, tentang revitalisasi area Jam Gadang memperlihatkan tiga spot pertunjukan seni budaya. Mulai dari adanya taman mewah, parkir kendaraan sepeda motor dan mobil. Serta, air mancur warna-warni dan kawasan pendestrian bagi pejalan kaki.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...