news24xx.com
News24xx

Nasional

Seorang Penyanyi yang Patah Hati Menangisi Kematian Empat Rekan Bandnya Ketika Gelombang Raksasa Menghantam Akibat Letusan Gunung Berapi Krakatau

news24xx

A man is consoled by a rescue worker after identifying his relative among the bodies of tsunami victims A man is consoled by a rescue worker after identifying his relative among the bodies of tsunami victims

News24xx.com - Empat anggota Seventeen, sebuah grup band terkenal di Indonesia terbunuh ketika mereka dilanda tsunami saat bermain di atas panggung di Indonesia dalam bencana alam yang menghancurkan pada Sabtu malam.

Sebuah video yang direkam pada detik-detik sebelum gelombang menghantam menunjukkan keluarga menikmati pertunjukan oleh Seventeen ketika tiba-tiba seluruh panggung hancur berkeping-keping oleh gelombang.

Vokalis band Riefian 'Ifan' Fajarsyah mengatakan kepada 300.000 pengikutnya dalam sebuah video penuh air mata bahwa ia sedang mencari anggota band lainnya.

Kelompok ini kemudian merilis pernyataan yang mengatakan pemain bass, gitaris dan road manager mereka ditemukan tewas, sementara dua anggota band lainnya dan istri dari salah satu pemain masih hilang.

"(Kami) kehilangan Bani dan manajer jalan kami Oki," kata penyanyi itu.



BACA JUGA : Gunung Ulawun di Papua Mengamuk Sebabkan Ribuan Penduduk Melarikan Diri

Korban tewas merupakan seorang bassis M. Awal 'Bani' Purbani, road manager Oki Wijaya, gitaris Herman Sikumbang dan anggota kru Ujang.

Sampai sekarang, drummer band masih hilang.

Anggota kru lain bernama Zack mengungkapkan bagaimana ia berpegangan pada besi-besi panggung untuk bertahan hidup.

"Di bawah air saya hanya bisa berdoa 'Yesus Kristus, tolong bantu saya, pada detik-detik terakhir saya hampir kehabisan napas," kata Zack dalam sebuah posting Instagram.

Seventeen menghibur 200 karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama para anggota keluarganya di pantai Tanjung Lesung untuk pesta akhir tahun ketika tsunami melanda sekitar pukul 21:30.

Ombak menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, antara pulau Jawa dan Sumatra sekitar pukul 21:30 waktu setempat, menghancurkan 500 rumah, sembilan hotel, dan 350 perahu.

Tsunami yang mematikan dipicu oleh tanah longsor bawah laut setelah letusan gunung berapi Anak Krakatau. Korban tewas mencapai 168 sementara lebih dari 700 orang terluka. Para korban selamat dirawat di klinik tetapi tidak bisa kembali ke Jakarta karena akses jalan diblokir, Yulia Dian, seorang manajer band di Jakarta, mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

"Kami terkejut karena banyak orang yang pergi ke sana membawa keluarga mereka," kata Dian, mencatat bahwa band itu akan kembali ke Jakarta pada hari Minggu.

Dua puluh sembilan karyawan PLN terbunuh dan 13 hilang.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...