news24xx.com
News24xx

Internasional

Mahasiswa dari Indonesia di Universitas di Taiwan Dipaksa Menjadi Buruh di Taiwan

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com -  Disebutkan dari anggota parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang, Ko Chih-en bahwa sekitar 300 mahasiswa asal Indonesia dipekerjakan ke pabrik-pabrik di Taiwan dalam program magang.

 

China Times, melaporkan dari ucapan Ko, usia dibawah 20 tahun mahasiswa Universitas Hsing Wu telah mempekerjakan mahasiswanya mulai Oktober tahun 2018 lalu 

 

Sejatinya, Kementerian Pendidikan setempat telah melayangkan surat tentang mahasiswa yang dipekerjakan itu. Namun perguruan tinggi itu masih saja tetap mempekerjakan para mahasiwa yang diangkut ke pabrik-pabrik.



BACA JUGA : Negara Bagian Dari Malaysia Ini Melarang Keberadaan Tempat Karaoke dan Penggunaan Shisha

Disebutkan Ko, bahwa para mahasiswa melaksanakan kuliahnya pada Kamis dan Jumat, sedangkan pada hari Minggu hingga Rabu, mereka bekerja di pabrik dengan diangkut oleh bus ke pabrik di Hsinchu.

 

Ko menyebutkan juga bahwa mahasiswa itu bekerja dari jam 07.30 hingga 19.30. Dan hanya dapat istirahat selama dua jam. Dan juga dalam pabrik, mereka diharuskan berdiri 10 jam per hari untuk mengepak 30.000 lensa kontak.

 

Sebagian besar mahasiswa Indonesia merupakan Muslim. Namun, yang mengejutkan, kata Ko, makanan yang disediakan pihak pabrik mencakup hidangan babi. 

 

Ko menyebutkan juga bahwa pihak universitas tidak mendengar keluhan dari para mahasiswa.



BACA JUGA : Malaysia Akan Melarang Setiap Atlit Israel Untuk Berpartisipasi Disetiap Acara yang Digelar Oleh Negara Tersebut

Disisi lain, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Didi Sumedi mengatakan pihaknya telah mengirim tim ke universitas-universitas yang dituding melakukan praktik itu dan juga meminta klarifikasi ke kementerian luar negeri setempat.

 

"Kita telah mengirim surat ke perwakilan Taiwan di Jakarta untuk sementara waktu menghentikan visa mahasiswa untuk program magang sementara sampai persoalan jelas," kata Didi, seperti dikutip dari laporan BBC pada Kamis (3/1/2019).

 

Didi memperkirakan pekan ini sudah ada hasil temuan pihaknya yang diterjunkan ke universitas-universitas. Dugaan awal, menurut Didi, penyimpangan yang terjadi menyangkut jam kerja dan bukan kerja paksa.

 

"Kurang pas kalau disebut kerja paksa, karena itu program magang sambil kerja. Kelebihan jam kerja yang menjadi masalah dan kita minta Kemenlu (Taiwan) untuk menegur industri dan juga memberikan penalti kepada universitas bila ada," ucap Didi.

 

Saat ini terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, 1.000 di antara mereka menjalani skema kuliah magang di delapan univeristas mulai tahun ajaran 2017/2018.

 

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat di tengah kebijakan pemerintah Taiwan memberikan beasiswa melalui berbagai program kepada mahasiswa dari 18 universitas termasuk di Indonesia.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...