news24xx.com
News24xx

Pendidikan

Setiap 20 Ribu Tahun, Iklim di Gurun Sahara Akan Berubah Secara Drastis, Studi Membuktikan

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Sebuah studi terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menunjukkan kondisi iklim di Gurun Sahara telah berubah dari basah menjadi kering setiap 20 ribu tahun. Peneliti MIT telah menemukan lebih banyak bukti tentang perubahan iklim di Gurun Sahara daripada dalam studi sebelumnya. Mereka memeriksa debu yang dikumpulkan dari pantai Afrika Barat selama 240 ribu tahun terakhir.



BACA JUGA : Kisah Suku Asli Danau Toba yang Kini Berada di Ambang Penggusuran

Penelitian menunjukkan bahwa selama periode itu, iklim Sahara terus berubah antara basah dan kering setiap 20 ribu tahun. "Hasil kami menunjukkan bahwa sejarah iklim Afrika Utara dominan dalam 20 tahun ini, berganti-ganti antara Sahara hijau dan kering" kata David McGee, profesor di Departemen Ilmu Bumi, Atmosfer, dan Planetarium MIT kepada MIT News.

Gurun Sahara dikenal sebagai salah satu daerah terpanas, terkering dan paling terpencil di dunia. Wilayahnya meliputi sekitar 9,3 juta kilometer persegi di Afrika Utara. Tetapi bukti sebelumnya menunjukkan bahwa Sahara tidak selalu mengalami kondisi panas dan kering yang ekstrem. Bukti dari penelitian sebelumnya termasuk bahan yang dikumpulkan dari fosil dan lukisan batu dari daerah tersebut.



BACA JUGA : 'Kucing-Rubah', Spesies Baru Bagi Para Ilmuwan yang Telah Lama Dikenal Oleh Penduduk Lokal di Pulau Corsica, Mediterania

McGee mengatakan penelitian terbaru sangat berharga dalam mempelajari sejarah Sahara karena berkaitan dengan pemukiman manusia. "Waktu seperti apa yang baik bagi manusia untuk hidup di Gurun Sahara dan menyeberanginya untuk keluar dari Afrika, dibandingkan dengan saat-saat yang tidak bersahabat seperti hari ini," lanjutnya.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...