news24xx.com
News24xx

Travel

Jepang Akan Mengenakan Biaya Sebesar JPY 1000 Bagi Setiap Orang yang Akan Keluar Dari Negaranya

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Pemerintah Jepang berlakukan pajak sebesar 1.000 yen pada setiap orang yang meninggalkan Negeri Sakura itu melalui udara maupun laut. Ini adalah pajak nasional baru yang diterapkan Jepang sejak pajak nilai tanah diperkenalkan pada 27 tahun silam. 

 

Pemberlakuan ini telah mulai pelaksanaannya pada 7 Januari 2019 untuk di bandara dan pelabuhan laut di Jepang.



BACA JUGA : Banggai Menjadi Tuan Rumah Turnamen Memancing Internasional Tahun 2019

Pemberlakuan departure tax atau pajak keberangkatan ini khusus pada turis pada saat akan membeli tiket. Tapi, jika penumpang yang transit dalam waktu maksimal 24 jam dan anak-anak di bawah 2 tahun akan mendapat pengecualian. Dikutip dari pemberitaan NHK dan indonesiatoday.co.id pada Selasa (8/1)

 

Pemberlakuan ini terkecuali juga pada wisatawan dan warga Jepang yang sebelumnya telah membeli tiket sebelum ketetapan pemberlakuan tanggal 7 Januari tersebut.



BACA JUGA : Kuil Nageiredo, Harta Nasional Jepang yang Paling Berbahaya yang Terletak di Perfektur Tottori

Menurut keterangan pemerintah Jepang, pendapatan dari pajak keberangkatan itu bakal dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata meningkatkan prosedur imigrasi. Ini dimaksudkan berupa pengadaan gerbang pengenal wajah di bandara guna mempercepat pemeriksaan di imigrasi.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, pengunjung negeri sakura terus bertambah. Dan pada tahun 2018 lalu, jumlah kunjungan telah mencapai 30 juta.

 

Sedangkan untuk tahun 2019 hingga 2020, target Pemerintah Jepang atas kunjungan ke negaranya adalah sebesar 40 juta pengunjung asing. Dan ini juga didasarkan atas akan diselenggarakannya Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo.

 

Tujuan Pemerintah Jepang dengan pajak tersebut, sebagai harapan untuk mengamankan sumber daya keuangan yang stabil dalam rangka mempromosikan pariwisata.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...