news24xx.com
News24xx

Kriminal

Ribuan Akun Lama Twitter Diretas Untuk Menyebarkan Propaganda Teroris

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Peretas tampaknya memanfaatkan celah di Twitter untuk menyebarkan propaganda teroris. Mereka masuk ke akun yang tidak aktif selama bertahun-tahun. Dilansir dari Tech Crunch, Jumat, 4 Januari 2019, peretas dan peneliti keamanan, Wauchula Ghost, menemukan bahwa peretas yang mendukung kelompok teroris ini memanfaatkan celah yang telah ada selama bertahun-tahun di Twitter.



BACA JUGA : Seorang Ibu Ditangkap Setelah Menyiksa 15 Anaknya Dalam Serangkaian Pelecehan

Awalnya, Twitter tidak mengharuskan pengguna untuk mengkonfirmasi alamat email mereka saat mendaftar akun mereka, sehingga mereka dapat menggunakan layanan media sosial ini tanpa alamat email yang valid. Jadi, banyak dari akun yang dibajak ini menggunakan alamat email yang tidak valid, atau alamat email yang sudah kadaluwarsa.

Akun-akun ini juga terkadang menggunakan alamat email dengan nama yang sama dengan nama pengguna mereka. Karena Twitter hanya menutup sebagian dari alamat email, peretas dengan mudah menebak bagian dari alamat email yang dicakup kemudian mencoba masuk dan mengatur ulang kata sandi.



BACA JUGA : Pria di California, AS ini Menembak Mati 4 Orang dan Kemudian Mengakhiri Hidupnya Sendiri

Dalam pernyataan resminya kepada Tech Crunch, seorang juru bicara Twitter mengatakan bahwa mereka berusaha menyelesaikan masalah ini, meskipun Twitter mengklaim bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas masalah ini. "Menggunakan kembali alamat email dengan cara ini bukan masalah baru untuk Twitter atau layanan online lainnya” kata juru bicara Twitter.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...