news24xx.com
News24xx

Internasional

India Melegalkan Hak Masyarakatnya Jika Ingin Memiliki Hubungan Sesama Jenis

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Banyak yang menganggap keputusan Mahkamah Agung, yang mencabut pasal yang mengkriminalkan hubungan sesama jenis, menunjukkan bahwa India telah mengadopsi nilai-nilai Barat yang terkait dengan liberalisme. "Kami sama dengan negara-negara lain seperti Inggris, Prancis dan negara-negara Eropa lainnya yang menetapkan bahwa homoseksualitas itu legal."

Diskusi terkait hal ini juga berputar di media sosial, yang menunjukkan bahwa banyak orang setuju dengan asumsi ini. Namun, apakah itu benar? Sejarawan dan mitologi India memiliki pandangan berbeda. Sejarawan terkenal, Harbans Mukhia, mengatakan orang harus memahami mengapa pemerintah kolonial Inggris dulu menyatakan bahwa kegiatan seks sesama jenis ilegal. Pemerintah Inggris membawa hukum mereka ke India, termasuk Pasal 377, yang melarang homoseksualitas dan mengkategorikannya sebagai perilaku kriminal.



BACA JUGA : NASA Mengumumkan Bahwa Meteor Belum Lama Ini Meledak di Atmosfir Bumi Dengan Kekuatan 10 x Bom Atom

Peraturan ini diterapkan oleh pemerintah Inggris pada waktu itu meskipun tidak sesuai dengan pandangan orang India tentang homoseksualitas. Aturan ini lebih terkait dengan sistem kepercayaan Kristen, katanya. Dia menambahkan keputusan pengadilan telah mengembalikan India ke posisi semula.

Ahli lain percaya bahwa India lebih terbuka terhadap homoseksualitas sebelum pemerintahan Inggris. Ada dokumen dan mitologi Abad Pertengahan historis yang membuktikan hal ini.



BACA JUGA : Jepang Ingin Membuat 'Ledakan' di Sebuah Asteroid Dengan Pesawat Luar Angkasanya, Hayabusa2

Sejarawan Rana Safvi mengatakan "cinta dirayakan di India dalam berbagai bentuk". "Baik India pada zaman kuno atau di Abad Pertengahan, perubahan dalam orientasi seksual terjadi di masyarakat. Kuil-kuil Khajuraho dan kronik Mughal menunjukkan homoseksualitas" katanya.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...