news24xx.com
News24xx

Pendidikan

Sejarah Dari Prostitusi di Dunia

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Pelacuran selalu menjadi topik sensitif. Terlepas dari kontroversi di sekitarnya, praktik prostitusi telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Menurut penelitian Ehsan Rostamzadeh dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan teman-temannya, prostitusi telah ada sejak 4000 tahun yang lalu di peradaban Mesir kuno, yang kemudian juga muncul di peradaban kuno lainnya seperti Babel dan Iberia. Apa yang membuatnya berbeda dari pelacuran modern adalah pelacuran kuno dilakukan untuk tujuan keagamaan.



BACA JUGA : Kisah Suku Asli Danau Toba yang Kini Berada di Ambang Penggusuran

Dalam buku “Love For Sale: A World History of Prostitution” oleh Nils Johan Ringdal, disebutkan bahwa di daerah Mesopotamia, yang terletak di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat, ada beberapa suku yang tinggal di sana. Orang Sumeria yang tinggal di Mesopotamia antara 5.500 dan 4000 SM adalah orang pertama yang membangun kuil.

Selama masa ini, para wanita yang melayani Dewi Ishtar, dewi cinta dan perang, menawarkan diri kepada para pria untuk mendapatkan uang untuk kuil mereka. Tawarannya adalah menggunakan "kekuatan suci" yang datang dari tubuh mereka. Ishtar dikenal sebagai dewi yang melindungi para pelaku prostitusi yang disebut harimtu.



BACA JUGA : 'Kucing-Rubah', Spesies Baru Bagi Para Ilmuwan yang Telah Lama Dikenal Oleh Penduduk Lokal di Pulau Corsica, Mediterania

Seorang sejarawan dari abad ke-5 SM, Herodotus, telah menyebutkan bahwa dia melihat wanita Babilonia berhubungan seks dengan pria asing di kuil Ishtar. Dia berkata

bahwa setiap wanita akan melakukannya setidaknya sekali dalam hidup mereka. Bagi para gadis, itulah bagaimana mereka kehilangan keperawanan mereka.

Di Suriah, Herodotus mengatakan bahwa perempuan menjual rambut atau tubuh mereka untuk mendapatkan uang bagi dewi cinta, Astarte. Prostitusi juga dilakukan di Mesir kuno, sebagaimana dibuktikan dari lukisan, mitologi dan tulisan-tulisan tentang pelacuran selama era itu.

Selama Abad Pertengahan di Eropa, prostitusi berkembang luas. Menurut "Encyclopedia of Relationships Across The Lifespan" oleh Jeffrey S. Turner, pelacuran dianggap sebagai kejahatan yang tidak dapat dihindari. Setiap kota di Eropa memiliki caranya sendiri dalam mengelola bisnis prostitusi. Misalnya, di Paris, para PSK dilarang memasuki wilayah tertentu.

Di beberapa kota di Inggris, pekerja seks harus mengenakan pakaian tertentu yang menunjukkan profesi mereka. Pada Abad Pertengahan, pelacuran dilakukan untuk menghindari masalah moral yang lebih besar, seperti masturbasi, yang dianggap dosa besar.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...