news24xx.com
News24xx

Gaya Hidup

Restoran Telanjang Pertama di Perancis Terpaksa Ditutup Karena Kurangnya Pelanggan

news24xx

 O'Naturel restaurant O'Naturel restaurant

News24xx.com - Sebuah restoran bernama O'Naturel menghadirkan pengalaman bersantap yang berbeda dari restoran pada umumnya. Di sana, semua pelanggan diwajibkan melepas semua pakaian yang mereka kenakan. Jadi semua pelanggan yang menikmati berbagai hidangan harus ada dalam kondisi telanjang.



BACA JUGA : Persatuan Bola Voli Dunia Ikut Mempromosikan Penggunaan Jaring Ikan di Pertandingan Bola Voli

O'Naturel adalah restoran telanjang pertama di Paris, Prancis. Restoran ini dibuka pada November 2017. Lokasi cukup strategis yaitu di kawasan 'kota lampu'. Namun, hanya dalam 2 tahun sejak pembukaan restoran, pemilik O'Naturel harus menutup restoran yang kontroversi ini.

Itu karena hanya sedikit orang mengunjungi restoran tersebut, yang membuat biaya operasi restoran tidak dapat ditanggung. Pemilik, Mark dan Stephane Saada, mengklaim bahwa restoran akan ditutup pada bulan Februari. "Kami dengan enggan mengumumkan bahwa O'Naturel akan ditutup (secara permanen) pada hari Sabtu, 16 Februari 2019" jelasnya kepada The Local, 8 Januari 2019 seperti dikutip dari Fox News.



BACA JUGA : Apakah Sehat Jika Ayam Tidak Dicuci Sebelum di Masak?, Ini Dia yang Dikatakan Beberapa Ahli

Mereka juga mengaku bahagia dan selalu mengingat kenangan manis yang ada saat pembukaan O'Naturel. "Terima kasih telah berpartisipasi dalam pengalaman ini dengan mengunjungi dan makan di O'Naturel. Kami akan mengingat semua saat yang menyenangkan, bertemu orang-orang cantik dan pelanggan yang suka berbagi momen luar biasa" mereka menyimpulkan.

Ada 40 meja makan yang disediakan oleh O'Naturel. Sebelumnya, semua tamu diharuskan memasuki ruang terbuka. Setelah itu, mereka akan diantarkan ke meja makan. O'Naturel sendiri menyediakan berbagai hidangan Prancis yang lezat, termasuk foiegras dan escargot.

 

 

Nes24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...