news24xx.com
News24xx

Nasional

Ketika Ahok Bersiap Untuk Melanjutkan Hidupnya, Begini Sambutan Para Mantan Saingannya

news24xx

Ahok Ahok

News24xx.com - Dengan beberapa mantan lawan politiknya siap menyambutnya, mantan gubernur Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama telah mengisyaratkan bahwa ia akan menjauhi dunia politik.

Pengganti Ahok, Anies Baswedan, mengucapkan selamat kepadanya atas pembebasannya pada hari Rabu, dengan mengatakan bahwa mantan saingannya dalam pemilihan gubernur 2017 akan mendapatkan perlakuan yang sama dari birokrasi kota, seperti halnya warga negara biasa.

"Kami, di pemerintahan kota, siap memberikan layanan kepadanya sama seperti warga negara lainnya. Pada saat ia aktif sebagai warga Jakarta, mengatur dokumen, kami akan memberinya perlakuan yang sama," kata Anies kepada wartawan.

Anies menambahkan bahwa sejauh ini belum ada pembicaraan tentang mengundang Ahok untuk bergabung dengan Forum Gubernur, sebuah persaudaraan gubernur saat ini dan mantan gubernur Jakarta.

Anies mengalahkan Ahok dalam putaran pemilihan gubernur Jakarta pada tahun 2017 setelah mengumpulkan 57,96 persen suara. Ahok hanya berhasil mendapatkan 42,04 persen suara selama pemilihan.

Analis telah mengkreditkan kemenangan Anies untuk lonjakan pemilih konservatif yang tersinggung oleh pernyataan yang dibuat Ahok yang melibatkan bagian dari Quran, yang Pengadilan Negeri Jakarta Utara ditemukan menghujat.

Pengadilan menghukum Ahok dua tahun penjara karena menghujat Al-Quran dan ia dibebaskan pada 24 Januari. Ahok sebelumnya menolak untuk mengajukan permohonan pembebasan bersyarat.

Secara terpisah, mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin, sekarang menjadi calon wakil presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam pemilihan presiden bulan April, mengatakan Ahok pantas mendapatkan kebebasannya karena ia telah sepenuhnya menjalani masa tahanannya.

"Tidak ada yang istimewa tentang itu. Dia telah menjalani hukuman penjara seperti yang diperintahkan oleh pengadilan dan itu adalah hal yang baik," kata Ma'ruf di Tuban, Jawa Timur pada hari Rabu seperti dikutip oleh Antara.

Ma'ruf memimpin dakwaan dalam kampanye melawan Ahok menjelang pemilihan gubernur Jakarta dengan bersaksi dalam persidangan penistaan ??terhadap politisi Cina-Indonesia.

Baru-baru ini, Ma'ruf mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia menyesal ikut serta dalam upaya untuk menempatkan Ahok di penjara.

Sementara banyak yang mengharapkan Ahok untuk kembali ke politik, pengacaranya mengatakan mantan gubernur Jakarta mungkin mencoba tangannya dalam bisnis minyak dan menjadi pembawa acara talk show televisi. Pengacara Ahok, Teguh Samudera, mengatakan kliennya telah merencanakan untuk memasuki bisnis minyak dan akan mencari kantor di dekat lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia, jantung bisnis dan pemerintah negara tersebut.

Lokasi baru adalah sekitar 3,3 kilometer dari kantor Ahok sebelumnya di Balai Kota.

"Kantor [baru] mungkin tidak besar, tapi itu sudah cukup," kata Teguh pada hari Selasa seperti dikutip oleh Antara.

Pengacara juga mengatakan Ahok akan menandatangani kontrak dengan stasiun televisi swasta untuk menjadi tuan rumah acara setelah pembebasannya.

Politik, bagaimanapun, tidak sepenuhnya di luar kendali.

"Jika itu untuk kepentingan nasional dan untuk kepentingan negara, dia pasti akan patuh dan tidak menolak untuk kembali ke arena politik," kata Teguh.

Pada bulan November, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Djarot Saiful Hidayat, calon wakilnya dalam pemilihan 2017, mengatakan Ahok akan bergabung dengan partainya jika ia kembali ke politik.

“[Ahok] berkata,‘ Jika saya kembali ke politik, saya pasti akan bergabung dengan PDI-P ', ”kata Djarot saat itu.

Ahok memulai karir politiknya pada tahun 2004 ketika ia mencalonkan diri sebagai anggota dewan legislatif di provinsi asalnya Bangka Belitung. Pada 2008, ia bergabung dengan Partai Golkar dan terpilih menjadi anggota DPR pada 2009.

Pada 2012, ia membelot ke Partai Gerindra, yang mendukung keberhasilannya dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012 dengan walikota Surakarta saat itu, Joko “Jokowi” Widodo. Dia meninggalkan Gerindra tidak lama setelah Jokowi memutuskan untuk menantang pemimpin Gerindra, Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2014. Jokowi menang, dan meninggalkan jabatan gubernurnya untuk Ahok.

Pada 2016, Ahok menandatangani kontrak politik dengan PDI-P, yang mendukung upaya pemilihannya kembali.

 

 

 

 

NEWS24XX.COM/DEV/RED

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...