news24xx.com
News24xx

Kriminal

Membunuh Kucing yang Sedang Hamil, Pemuda di Malaysia Ini Dihukum Dua Tahun Penjara

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Seorang sopir taksi di Malaysia dijatuhi hukuman 2 tahun penjara karena membunuh kucing yang sedang hamil. Dia memasukkan kucing itu ke mesin pengering di laundry umum dan membiarkan hewan malang itu mati di dalamnya. Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, pada hari Kamis, 17 Januari 2019, seorang sopir taksi bernama A Mohanraj diadili bersama dua orang lainnya, SS Satthiya (26) yang merupakan seorang teknisi dan K Ganesh (41) yang merupakan pekerja kontrak .

Ketiganya diadili atas tuduhan kekejaman terhadap binatang di Pengadilan Selayang. Mereka didakwa berdasarkan Pasal 29 ayat 1e UU Kesejahteraan Hewan 2015. Dalam persidangan tersebut, Mohanraj mengaku bersalah atas tuduhan yang dituduhkan kepadanya. Dalam putusan yang dibacakan pada hari Kamis, 17 Januari 2019, hakim Rashyihah Ghazali menghukum Mohanraj dua tahun penjara. Sementara Satthiya dibebaskan dari tuduhan dan Ganesh bersikeras dia tidak bersalah.



BACA JUGA : Seorang Pria Ditangkap Pihak Kepolisian Inhil Dengan Tuduhan Menghina Bupati Inhil HM Wardan di Facebook

Tindak kriminal ini terjadi di Queen Self Service Laundry di area Taman Gombak Ria pada 11 September 2018. Kasus ini bermula ketika manajer tempat laundry menerima telepon dari seorang pelanggan wanita yang memberitahukan kepadanya tentang keberadaan bangkai kucing di mesin pengeringnya. Sang manajer kemudian memerintahkan stafnya untuk memeriksa dan mereka menemukan bangkai kucing.

Pemeriksaan rekaman CCTV menunjukkan dua pria, salah satunya mengambil seekor kucing dari bawah meja dan melemparkannya ke mesin pengering. Kedua pria itu meletakkan koin dan menyalakan mesin pengering sebelum meninggalkan tempat laundry tersebut. Manajer dari tempat laundry tersebut segera melaporkan kasus ini ke polisi. Mohanraj dan rekannya ditangkap pada 14 September 2018 lalu.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...