news24xx.com
News24xx

Kriminal

Seorang PSK yang Mengaku Mengetahui Rahasia Dari Donald Trump Dideportasi Dari Thailand

news24xx

Anastasia Vashukevich Anastasia Vashukevich

News24xx.com - Seorang PSK Belarusia yang mengaku mengetahui rahasia Presiden AS Donald Trump dideportasi dari Thailand. Wanita yang menjadi model untuk 'seminar pelatihan seks' ini mengklaim bahwa dia memiliki bukti intervensi Rusia dalam pemilihan Trump selama pemilihan presiden 2016.

Seperti dilaporkan oleh Reuters pada hari Kamis, 17 Januari 2019, wanita bernama Anastasia Vashukevich (27) bersama dengan dua orang Belarusia lainnya dan lima orang Rusia dideportasi ke negara asal masing-masing setelah mengaku bersalah atas serangkaian tuduhan, termasuk konspirasi dan menawarkan layanan seksual di Thailand.



BACA JUGA : Nekad Pakai Baju Lengan Pendek, Gadis Cantik Ini Tewas Dicekik Oleh Orangtuanya Sendiri

Vashukevich menjadi sorotan pada Februari tahun lalu ketika dia mengakui bahwa dia memiliki beberapa jam rekaman audio, yang dia klaim dapat menjelaskan beberapa dugaan hubungan antara pejabat Rusia dan pemilihan Trump dalam pemilihan presiden AS 2016.

Pada saat itu, Vashukevich menawarkan untuk merilis rekaman audio dengan imbalan suaka dari AS. Tapi nyatanya, rekaman audio tersebut tidak pernah dirilis dan Vashukevich menyatakan dia tidak punya rencana untuk merilis apa pun.



BACA JUGA : Pembully-an Menjadi Semakin Brutal, Siswi Sekolah Menengah di Bangladesh Ini Dibakar Hidup-Hidup Oleh Teman Sekelasnya

Kepala Imigrasi Thailand, Surachate Hakparn, mengatakan bahwa delapan warga negara asing tersebut bersedia untuk dikembalikan ke negara masing-masing. Proses deportasi, yang disebut Hakparn, dikoordinasikan dengan otoritas Belarusia dan Rusia.

Vashukevich tidak berkomentar ketika ditemukan di Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok ketika dia akan dideportasi. Diketahui bahwa tahun lalu, Vashukevich mengaku takut jika dia dikirim ke Rusia.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...