news24xx.com
News24xx

Pendidikan

Para Peneliti Menemukan Molekul Air di Bulan

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Bulan sepertinya belum pernah mengering secara total, ini berbeda dari prediksi para ilmuwan dahulu kala. Dilansir dari BGR, kesimpulan itu diperoleh para ilmuwan dari data Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA yang mendeteksi molekul air dan uap air selama satu hari di bulan.

Sebelum data tersedia, Bulan selalu dianggap sebagai tempat yang kering dan berdebu. Namun seiring waktu, gambaran tersebut telah berubah. Para ilmuwan menemukan es di dekat kutubnya, dan baru-baru ini ditemukan bahwa air memang ada di permukaan material bulan, yang disebut regolith.



BACA JUGA : Jika Anda Kira Venus Atau Mars Adalah Planet Terdekat ke Bumi, Anda Salah, Ini Dia Hasil yang Didapatkan Oleh Para Ilmuwan di AS

Sekarang, LRO telah mengungkapkan bahwa air di permukaan Bulan bergerak pada siang hari. Sebuah studi tentang kelembaban Bulan yang akan diterbitkan dalam Geophysical Research Letters memberikan gambaran yang jelas tentang molekul air hidup di permukaan.

"Molekul air tetap terikat erat untuk regolith sampai suhu permukaan memuncak di siang hari. Kemudian, molekul diserap secara termal dan dapat memantul ke lokasi terdekat yang cukup dingin bagi molekul untuk menempel atau mengisi atmosfer eksosfer yang sangat lemah di bulan dan molekul kembali ke permukaan"

Proyek Pemetaan Lyman Alpha menggunakan bacaan dari LRO untuk mendeteksi keberadaan air di regolith, yang memungkinkan para peneliti untuk melacak pergerakan kelembaban. Data seperti ini yang bisa sangat berguna saat merencanakan misi di masa depan dan bahkan berpotensi memiliki pemukiman permanen di Bulan.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...