news24xx.com
News24xx

Ekonomi

Pemerintah Indonesia Mencari Investasi Dari Renault dan Volvo Untuk Membuat Kendaraan Listrik

news24xx

Photo : Internet Photo : Internet

News24xx.com - Pemerintah Indonesia sedang mencari investasi dari Renault dan Volvo untuk membuat kendaraan listrik karena negara ini menargetkan mobil bertenaga baterai untuk mencapai seperempat dari produksi pada tahun 2030.

Pemerintah telah meminta Renault dan Volvo untuk mempertimbangkan membangun pabrik atau unit perakitan di pasar mobil terbesar di Asia Tenggara, karena perusahaan itu mengawasi produksi 750.000 kendaraan listrik pada tahun 2030.

Harjanto, direktur jenderal logam, mesin, transportasi dan elektronik di kementerian industri mengatakan, total produksi kendaraan di negara ini terlihat lebih dari dua kali lipat menjadi 3 juta unit selama periode tersebut.

Presiden Joko "Widodo" Widodo telah menjanjikan insentif pajak untuk menarik investasi asing dalam kendaraan listrik dan juga membuat mobil berbahan bakar fosil untuk menyelamatkan negara sekitar 798 triliun rupiah (US $ 56 miliar) dari mengurangi ketergantungan dan impor minyak mentah menjadi mahal. .

Sementara Hyundai Motor dan Volkswagen telah menunjukkan minat dalam pembuatan kendaraan listrik, sebuah konsorsium perusahaan Cina dan Indonesia sudah membangun pabrik baterai, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Chief Operating Officer PT Maxindo Renault Indonesia Davy J. Tuilan mengatakan produsen mobil Prancis itu perlu terlebih dahulu melakukan studi kelayakan sebelum memutuskan berinvestasi di Indonesia, sementara Kina Wileke, juru bicara Volvo, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Cadangan bijih nikel yang melimpah, bahan baku utama dalam baterai listrik, merupakan keuntungan yang ingin Indonesia manfaatkan untuk mengembangkan industri kendaraan listriknya dan satu perusahaan telah mulai bekerja memproduksi bahan baku untuk baterai listrik, kata Harjanto.

Begitu fasilitas produksi baterai sudah ada, akan mudah untuk menarik produsen kendaraan, katanya.

“Merakit itu mudah, jadi kita harus menguasai industri hulu,” kata Harjanto. “Kami ingin membuat komponen di sini. Itu sebabnya kami sekarang mencari pembuat baterai karena kami memiliki bahan bakunya. "

PT Pertamina, perusahaan energi milik negara Indonesia, telah mengumumkan rencana untuk memulai produksi baterai listrik, sementara PT Blue Bird akan mulai menambahkan mobil listrik ke armada taksi mulai tahun ini.

Pemerintah sedang bekerja pada seperangkat aturan baru untuk mempromosikan kendaraan listrik yang dapat menawarkan pajak barang mewah yang lebih rendah dan semakin tinggi retribusi pada kendaraan yang menghasilkan lebih banyak emisi. Pembuat mobil mungkin diizinkan tenggang waktu dua tahun untuk mematuhi peraturan baru, kata Harjanto.

Indonesia mengharapkan pembentukan industri kendaraan listrik untuk meningkatkan ekspornya yang menurun, kata Harjanto. Penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia pada bulan Maret akan memungkinkan negara untuk mengekspor kendaraan bebas bea, katanya.

 

 

 

NEWS24XX.COM/DEV/RED

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...