news24xx.com
News24xx

Internasional

Puluhan Jenazah Ditemukan di Sungai Nil, Orang-Orang Menduga Mereka Korban Dari Kekerasan Militer Sudan

news24xx

Demonstration in Sudan against the militer Demonstration in Sudan against the militer

News24xx.com - Sebanyak 40 jenazah diklaim telah dievakuasi dari Sungai Nil yang terletak di Khartoum, Sudan. Aktivis oposisi mengatakan puluhan mayat tersebut adalah korban tindakan kekerasan terhadap demonstrasi pro-demokrasi yang terjadi belum lama ini. Dilansir dari BBC pada hari Kamis, pada 6 Juni 2019, dokter yang merupakan seorang oposisi mengatakan mayat-mayat itu adalah bagian dari 100 orang yang diyakini telah tewas sejak pasukan keamanan menyerang kamp protes pada Senin, 2 Juni 2019 lalu.

Dalam insiden itu, dilaporkan bahwa kelompok paramiliter telah menyerang warga sipil. Dewan Militer Transisi (TMC) yang berkuasa di Sudan berjanji untuk menyelidiki insiden itu. Sementara itu, seorang pejabat dari Komite Sentral Sudan mengklaim telah melihat dan memverifikasi jumlah korban tewas, yang jumlahnya kini telah mencapai 100 orang.

"Kami menemukan 40 mayat para korban yang dibuang ke Sungai Nil kemarin" kata sebuah pernyataan dari Komite Dokter Pusat Sudan dalam sebuah posting di Facebook. Sebuah rumah sakit di Khartoum mengatakan mereka saat ini bekerja untuk menangani korban yang terluka serius setelah pasukan keamanan menyerbu demonstran yang selama berminggu-minggu menduduki daerah di luar markas tentara.

"Situasinya sangat sulit. Sebagian besar rumah sakit telah menangani lebih banyak korban daripada yang dapat mereka tangani" kata seorang dokter yang bekerja di dua rumah sakit di kota itu kepada AFP. "Ada yang kekurangan staf medis, dan semua RS kekurangan stok darah" kata sang dokter, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, pemerintah telah membantah bahwa 100 orang tewas akibat insiden itu. Dilaporkan oleh Reuters, seorang pejabat Departemen Kesehatan melaporkan bahwa korban tewas kekerasan di Sudan tidak lebih dari 46 orang.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...