news24xx.com
News24xx

Kesehatan

Bahaya! Daging Babi Impor Asal Cina Positif Mengandung Virus Mematikan

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com


Untuk pecinta babi yang menikmati sandwich daging yang enak atau potongan daging babi. Mulai saat ini Anda harus mencatat dan ekstra hati-hati di mana Anda membeli daging. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui sekarang, wabah baru-baru ini dari Afrika Swine Fever pada produk babi yang dibuat di Cina telah memicu larangan penjualan mereka di Malaysia.

Menurut laporan, Sarawak sekarang telah memberlakukan larangan sementara terhadap semua produk daging babi yang diimpor dari negara-negara yang terkena wabah Demam Babi Afrika baru-baru ini termasuk yang dibuat dari China. Larangan dikeluarkan setelah Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner di Bandar Baru Salak Tinggi mendeteksi virus dalam produk daging babi yang dijual di Sarawak.

Tes, dilakukan pada 17 produk daging kalengan. Hasil tes menunjukkan salah satu daging yang diuji positif mengandung DNA Demam Babi Afrika. Setiap tes dilakukan menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (q-PCR) Jumat lalu (25 Oktober 2019).

Kementerian Pertanian dan Industri Berbasis Agro (MoA) dan lembaga terkait akan melakukan inspeksi untuk memastikan bahwa produk dari negara-negara yang terkena dampak ini tidak diimpor atau diselundupkan secara ilegal ke negara tersebut.

“Meskipun Malaysia masih dianggap bebas ASF, kementerian menanggapi temuan ini dengan serius dan memperingatkan masyarakat untuk tidak membeli produk daging babi yang berasal dari negara-negara yang berisiko.

"Tindakan hukum akan diambil terhadap mereka yang tertangkap membawa produk secara ilegal," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

African Swine Fever adalah penyakit virus hemoragik yang sangat menular yang memengaruhi babi peliharaan dan liar, dan dapat menyebabkan kematian hingga 100% pada babi yang terinfeksi dalam dua hingga sepuluh hari.

 

 

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...