news24xx.com
News24xx

Nasional

Memilukan, Tertangkap Satpol PP, Seorang PSK Hamil Didatangi Anaknya Yang Berseragam SD

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Kisah seorang PSK di Bandar Lampung yang terjaring razia ini membuat terenyuh dan pilu.

PSK tersebut terjaring razia Satpol PP Bandar Lampung dalam kondisi hamil. Yang lebih memilukan, saat ibunya diamankan Satpol PP,  anaknya yang masih mengenakan seragam sekolah mendatanginya.

PSK tersebut merupakan 1 dari 12 orang yang terjaring razia Satpol PP Bandar Lampung pada Selasa (12/11/2019) malam.

Mereka terdiri dari 7 PSK, 4 waria, dan 1 pengemis.

Plt Kasatpol PP Bandar Lampung, Suhardi Syamsi mengatakan, mereka terjaring razia di sejumlah lokasi. Di antaranya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Kartini, dan sekitaran PKOR Way Halim.

"Tindak lanjut dari kami, dalam hal ini Pol PP, hanya sebatas melakukan penertiban," kata Suhardi kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (13/11/2019).

Setelah didata, ke-12 orang tersebut diberi makan. Mereka lalu diserahkan ke Dinas Sosial Bandar Lampung.

"Sementara ada satu PSK yang kebetulan anaknya menyusul ke sini (kantor Satpol PP) di jam sekolah."

"Agar anaknya tetap bisa sekolah, akhirnya kita antarkan pulang. Lagi hamil juga," ujarnya.

Sepanjang November 2019, setidaknya ada 33 PSK, waria, maupun pengemis yang terjaring razia.

"Pekan lalu, ada 14 orang, lalu 7 orang. Sementara semalam, 12 orang," katanya.  Suhardi mengatakan, sebagian orang yang terjaring razia merupakan "pemain lama".

"Ada kita kroscek datanya. Empat orang sudah sering sekali terjaring."

"Tapi lagi-lagi, kita hanya mendata dan memberikan pencerahan."

"Pembinaan lebih lanjut, Pol PP tidak ada kewenangan untuk itu," jelas Suhardi.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan dinas sosial untuk membina lebih lanjut.

Terutama, pelaku yang sudah sering terjaring.

"Harapannya, dinas sosial melakukan tindak lanjut."

"Jujur, jika tidak ada tindak lanjut, tidak akan ada efek maksimal," ujarnya.

Tindak lanjut yang dimaksud seperti memberikan keterampilan tertentu yang bisa dijadikan lahan pekerjaan ke depan, agar bisa keluar dari pekerjaan yang dijalani saat ini.

"Jadi sangat besar kemungkinan untuk berubah di luar pekerjaan yang dijalani sekarang."

Suhardi juga berasumsi para para pekerja tersebut terpaksa bekerja demikian karena faktor ekonomi. Ia juga menjelaskan selain faktor ekonomi, masalah mentalitas juga mempengaruhi.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...