news24xx.com
News24xx

Pendidikan

5 Hal Yang Sangat Anak Harapkan Dari Orang Tua Mereka, Nomor 2 Banyak Yang Tidak Tahu

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Saat membesarkan anak, kita cenderung mencari inspirasi pengasuhan dari orang tua kita. Artinya, kita akan mengasuh anak sebagaimana kita dibesarkan.

Psikoterapis Philippa Perry baru-baru ini merilis panduan pengasuhan "The Book You Wish Your Parents Had Read". Dalam buku tersebut, ia menjelaskan bagaimana mengasuh anak dengan baik dan memberinya awal mula yang sehat, namun tidak sampai memaksa diri. Berikut lima tips utama dari Perry:

 

1. Buat batasan

Tantangan utama dalam mengasuh anak adalah keinginan untuk memberi mereka apa pun yang mereka butuhkan, tapi ada kalanya kita sudah mencapai batas.

Bahkan saat kita berpikir kita adalah orang tua yang paling akomodatif di dunia, kita tetap membutuhkan batasan.

Bagaimana kita menetapkan batasan dengan cara yang tetap penuh kasih? Jawabannya adalah dengan berfokus pada "saya" bukan "kamu". Anda yang menentukan apa yang diharapkan, bukan anak Anda.

Artinya, Anda harus bisa mengatakan "Aku tahu kamu ingin naik bus untuk berjalan-jalan di malam hari, tapi aku belum siap untuk membiarkanmu melakukannya."

Daripada mengatakan: "Tidak boleh. Kamu masih 13 tahun, kamu masih terlalu muda."

Tidak ada orang yang senang merasa diatur, jadi Anda yang menjelaskan harapan Anda, bukan si anak.


2. Terima semua emosi anak

Permasalahan lain pada kebanyakan orang tua adalah mereka ingin anak mereka selalu bahagia sepanjang waktu.

Karena orang tua sangat mencintai anak mereka, mereka cenderung tidak bisa melihat anak merasa tidak bahagia, lalu mengatakan "Jangan sedih."

Padahal sangatlah penting untuk membiarkan mereka merasakan sesuatu sementara kita berada di sisi mereka selama mereka merasakannya.

Kita perlu menerima setiap emosi yang mereka rasakan, sehingga mereka tidak merasa bahwa perasaan sedih dan marah adalah sesuatu yang buruk.


3. Ingat, orang tua adalah cermin bagi anak

Ingatlah, bahwa Anda ibarat cermin bagi anak Anda.

Bagaimana kita menanggapi anak akan tinggal dalam dan menjadi bagian dari dirinya.

Jika Anda selalu mengatakan hal-hal seperti, "Lihat sepatumu yang berlumpur!" mereka hanya akan melihat wajah marah Anda.

Maka dari itu, pastikan Anda menunjukan ekspresi wajah yang lebih ringan saat menyebut sepatu penuh lumpur.

Cobalah untuk tampak gembira saat melihat mereka.

Meskipun mereka membuat kekacauan, jangan terlalu mudah menunjukkan wajah marah Anda.


4. Setiap perilaku merupakan pesan

Jika Anda tengah berjibaku dengan masalah perilaku dengan anak Anda, ingatlah: setiap perilaku adalah sebuah pesan.

Apa yang anak Anda lakukan adalah upaya untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang mereka tahu.

Jadi yang Anda butuhkan adalah menemukan makna sesungguhnya dari perilaku tersebut dan membantu mereka menemukan cara yang lebih baik untuk mengekspresikan diri.

Kita harus membiarkan semua perasaan untuk diekspresikan, meski menimbulkan ketidaknyamanan.

Kita harus membantu anak mengartikulasikan perasaan mereka meskipun perasaan mereka mungkin tidak akan sama dengan apa yang kita rasakan jika berada dalam posisi tersebut. Setiap orang berbeda.

Orang tua hendaknya harus senantiasa memegang prinsip bahwa setiap orang berbeda.


5. Anak Anda bukanlah sebuah proyek atau tugas

"Anak Anda bukanlah tugas yang harus diselesaikan, atau proyek yang harus tampak sempurna. Anak Anda adalah seseorang yang dapat terhubung dengan Anda," kata Perry.

Tak peduli apakah anak Anda masih bayi atau sudah tumbuh besar, mereka tetaplah manusia.


NEWS24XX.COM/CTR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...