news24xx.com
News24xx

Politik

Merayakan Ulang Tahun ke 100 Nelson Mandela, Obama Mengkritik Kebijakan Trump

news24xx

Barrack Obama Barrack Obama

News24xx.com - Mantan Presiden AS Barack Obama menggunakan momen peringatan 100 tahun pembela hak asasi manusia Nelson Mandela untuk "menggoda" penggantinya, Donald Trump, secara tidak langsung. Dalam sebuah pidato di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Selasa, 18 Juli 2018, Obama memperingatkan para pemimpin bahwa dunia telah "memasuki periode aneh di tengah ketidakpastian."

Meskipun tidak menyebut Trump, Obama memperingatkan bahwa "ketakutan dan kebencian politik" telah menyebar karena didorong oleh para pemimpin yang mebohongi fakta dan berbohong "tanpa malu."

Presiden AS ke-44 itu juga mengkritik munculnya gerakan populis di berbagai belahan dunia yang telah membuat negara-negara lebih mungkin untuk merangkul kebijakan proteksionis, menolak fenomena perubahan iklim, sampai pelaksanaan pengetatan kebijakan imigrasi berdasarkan rasial.

"Politik ketakutan dan kebencian mulai muncul, dan politik semacam ini sekarang mulai bergerak" kata Obama di depan sekitar 15.000 orang di Johannesburg Cricket Stadium, dikutip oleh CNN.

"Saya tidak ingin membuat kegelisahan, tetapi hanya menyatakan fakta. Lihatlah ke sekeliling, pemimpin yang berpengaruh kuat, tiba-tiba, ketika pemilu bergulir dan beberapa kepura-puraan demokratis dipertahankan, mereka yang berkuasa mencoba merusak institusi atau norma yang memiliki makna demokratis. "Pada kesempatan itu, Obama melihat bahwa dunia terancam kembali ke cara "tua" yang lebih berbahaya dan brutal untuk bekerja bersama dan berbisnis.

Mengenai masalah imigrasi, Obama menganggap hal itu tidak salah jika para pemimpin negara menganggap perbatasan negara itu penting. Namun, ia berpendapat bahwa itu tidak dapat dibenarkan untuk menerapkan kebijakan berdasarkan ras, etnis atau agama.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...