news24xx.com
News24xx


Pekanbaru

Polri Klaim Kabut Asap di Pekanbaru Clear, Ini Fakta yang Terjadi

news24xx

Siak IV Bridge which is covered by smog due to forest and land fires Siak IV Bridge which is covered by smog due to forest and land fires

News24xx.com - Tak jauh beda dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto soal kabut asap, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal juga mengatakan hal yang serupa.

Dia mengatakan jika kondisi asap di Pekanbaru, Riau tidak seperti diberitakan media massa. Saat ini, kondisi asap di Pekanbaru sudah baik setelah dilakukan penanganan.

"Di sana situasi sebenarnya di Pekanbaru dan sekitarnya, setelah pukul 11.12 WIB semua clear langit biru nampak, artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan media," kata Iqbal dilansir dari Okezone.com, Jumat, 20 September 2019.

Dia mengklaim jika masyarakat sudah bisa leluasa beraktivitas seperti biasanya. Anak-anak yang sebelumnya diliburkan kini sudah kembali ke sekolah.

"Seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasa yang sekolah, yang beribadah berekonomi, bahkan sampai malam keluar di taman-taman banyak ramai. Jadi tidak seutuhnya benar bahwa asap itu sangat darurat disitu di Pekanbaru," ungkapnya.

Lantas, benarkah pernyataan M Iqbal tersebut?

Namun faktanya, dikarenakan kabut asap yang pekat, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan Pekanbaru meliburkan siswa sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP sederajat se-Kota Pekanbaru, kembali diperpanjang Pemerintah kota hingga 21 September 2019. Begitu juga dengan SMA sederajat yang diperpanjang liburnya oleh Pemprov Riau.

Bukan hanya sekolah yang diliburkan, Bagi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang hamil diperbolehkan tidak masuk kantor. Dispensasi itu disebabkan kabut asap yang masih parah dan kualitas udara yang tidak sehat.

Wakil Wali Kota Pekanbaru (Wawako) Ayat Cahyadi mengatakan, dispensasi tersebut hanya berlaku bagi ASN Pemko Pekanbaru yang sedang mengandung. Bagi PNS lain yang tidak hamil diminta tetap bekerja seperti biasa. Hanya saja pekerjaan di luar ruangan dibatasi akibat kabut asap saat ini.

Ditambah lagi, pada hari ini, Jumat, 20 September 2019, bacaan di layar Papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kantor Walikota Pekanbaru berubah. Kali ini layar ISPU menunjukkan kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau ini naik ke level 'Sangat Tidak Sehat'. Padahal sehari sebelumnya layar di Papan ISPU menunjukkan kategori 'Tidak Sehat'.

Sontak saja hal ini menjadi bahan pembicaraan warga Pekanbaru. "Wah kacau ni. Polusi udara sudah sangat tidak sehat. Mau ngungsi kemana ni?" sebut Ahmad, warga Garuda Sakti, Pekanbaru ini.

Ahmad yang merupakan karyawan swasta ini masih beraktivitas seperti biasa. Sebab kantornya tidak meliburkan karyawan, hanya saja disarankan pakai masker agar tidak terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Ahmad bingung mau ngungsi kemana, sebab kampung halamannya tidak ada yang dekat. "Kampung saya di Palembang, jadi jauh dan berat di ongkos kalau mau ngungsi ke kampung. Lihat dulu gimana nantinya, apa nanti ke tempat kawan yang di Sumatera Barat," sebut Ahmad.

Selain itu, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, dua daerah di Riau yakni Pekanbaru dan Pelalawan jarak pandangnya di bawah 1 KM.

"Di Pelalawan untuk jarak pandang mencapai 400 M dan Kota Pekanbaru jarak pandang mencapai 600 M," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, Jumat, 20 September 2019.

Sukisno menambahkan, untuk di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) jarak pandangnya mencapai 1 KM dan Kota Dumai jarak pandangnya mencapai 1,5 KM. Keempat daerah tersebut kondisinya berasap.

Tak jauh beda dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto soal kabut asap, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal juga mengatakan hal yang serupa.

Dia mengatakan jika kondisi asap di Pekanbaru, Riau tidak seperti diberitakan media massa. Saat ini, kondisi asap di Pekanbaru sudah baik setelah dilakukan penanganan.

"Di sana situasi sebenarnya di Pekanbaru dan sekitarnya, setelah pukul 11.12 WIB semua clear langit biru nampak, artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan media," kata Iqbal dilansir dari Okezone.com, Jumat, 20 September 2019.

Dia mengklaim jika masyarakat sudah bisa leluasa beraktivitas seperti biasanya. Anak-anak yang sebelumnya diliburkan kini sudah kembali ke sekolah.

"Seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasa yang sekolah, yang beribadah berekonomi, bahkan sampai malam keluar di taman-taman banyak ramai. Jadi tidak seutuhnya benar bahwa asap itu sangat darurat disitu di Pekanbaru," ungkapnya.

Lantas, benarkah pernyataan M Iqbal tersebut?

Namun faktanya, dikarenakan kabut asap yang pekat, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan Pekanbaru meliburkan siswa sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP sederajat se-Kota Pekanbaru, kembali diperpanjang Pemerintah kota hingga 21 September 2019. Begitu juga dengan SMA sederajat yang diperpanjang liburnya oleh Pemprov Riau.

Bukan hanya sekolah yang diliburkan, Bagi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang hamil diperbolehkan tidak masuk kantor. Dispensasi itu disebabkan kabut asap yang masih parah dan kualitas udara yang tidak sehat.

Wakil Wali Kota Pekanbaru (Wawako) Ayat Cahyadi mengatakan, dispensasi tersebut hanya berlaku bagi ASN Pemko Pekanbaru yang sedang mengandung. Bagi PNS lain yang tidak hamil diminta tetap bekerja seperti biasa. Hanya saja pekerjaan di luar ruangan dibatasi akibat kabut asap saat ini.

Ditambah lagi, pada hari ini, Jumat, 20 September 2019, bacaan di layar Papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kantor Walikota Pekanbaru berubah. Kali ini layar ISPU menunjukkan kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau ini naik ke level 'Sangat Tidak Sehat'. Padahal sehari sebelumnya layar di Papan ISPU menunjukkan kategori 'Tidak Sehat'.

Sontak saja hal ini menjadi bahan pembicaraan warga Pekanbaru. "Wah kacau ni. Polusi udara sudah sangat tidak sehat. Mau ngungsi kemana ni?" sebut Ahmad, warga Garuda Sakti, Pekanbaru ini.

Ahmad yang merupakan karyawan swasta ini masih beraktivitas seperti biasa. Sebab kantornya tidak meliburkan karyawan, hanya saja disarankan pakai masker agar tidak terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Ahmad bingung mau ngungsi kemana, sebab kampung halamannya tidak ada yang dekat. "Kampung saya di Palembang, jadi jauh dan berat di ongkos kalau mau ngungsi ke kampung. Lihat dulu gimana nantinya, apa nanti ke tempat kawan yang di Sumatera Barat," sebut Ahmad.

Selain itu, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, dua daerah di Riau yakni Pekanbaru dan Pelalawan jarak pandangnya di bawah 1 KM.

"Di Pelalawan untuk jarak pandang mencapai 400 M dan Kota Pekanbaru jarak pandang mencapai 600 M," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, Jumat, 20 September 2019.

Sukisno menambahkan, untuk di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) jarak pandangnya mencapai 1 KM dan Kota Dumai jarak pandangnya mencapai 1,5 KM. Keempat daerah tersebut kondisinya berasap.



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...