news24xx.com
News24xx


Nasional

Jangan Lengah! Inilah Dampak Pemimpin ISIS Tewas Bagi Indonesia Menurut Pandangan Pengamat Teroris

news24xx

Al Baghdadi Al Baghdadi

News24xx.com - Tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dalam operasi khusus yang dilakukan pasukan Amerika, dinilai tidak akan serta-merta menghentikan aksi teror yang dilakukan ISIS secara keseluruhan di seluruh dunia. Dikhawatirkan akan muncul serangan balasan oleh para simpatisan ISIS atas kematian al-Baghdadi.

Kepada DW Indonesia, pengamat terorisme dari jurnal Intelijen, Stanislaus Riyanta, berpendapat bahwa para anggota ISIS akan berkonsolidasi untuk mencari pemimpin baru menggantikan al-Baghdadi yang tewas dengan cara meledakkan diri.

Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang sebagian warganya bergabung dengan ISIS di Suriah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2018, terdapat 1.321 WNI yang berusaha bergabung dengan ISIS di Suriah. Setahun sebelumnya, pada tahun 2017, ada sekitar 600 WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah, 113 adalah perempuan, 100 anak-anak, dan sisanya pria dewasa.

Dengan besarnya jumlah tersebut, Stanislaus menegaskan bahwa tewasnya al-Baghdadi memberikan sinyal kepada Indonesia untuk meningkatkan keamanan terhadap ancaman teror.
bih waspada terhadap ancaman terorisme," ujar Stanislaus.

Selain itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra menyampaikan bahwa saat ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri terus memantau seluruh jaringan teroris yang berada di Indonesia. Hal tersebut ia dalam menanggapi kematian Al Baghdadi.

Sebelumnya, pada Minggu (27/10), Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan bahwa pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam operasi khusus pasukan AS. Al-Baghdadi diketahui meledakkan diri dengan rompi yang berisi bahan peledak, ketika ia telah tersudut di ujung terowongan bawah tanah. Ledakan tersebut juga menewaskan tiga orang anaknya. Jasad al-Baghdadi langsung dibuang ke laut beberapa jam setelah diidentifikasi.



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...