news24xx.com
News24xx

Internasional

Pemerintah Arab Saudi Meminta Maaf Setelah Sebut Feminisme Sebagai Ekstremisme

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Pemerintah Arab Saudi melalui Badan Keamanannya meminta maaf seusai mengunggah video di media sosial yang menempatkan feminisme sebagai salah satu bentuk ekstremisme. Mereka menyatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu kesalahan.

Sampai saat ini, seperti dilansir oleh BBC, (13/11/2019) pihak pemerintah Arab Saudi masih melakukan penyelidikan terkait unggahan video di media sosial tersebut.

Sebelumnya, video tersebut diunggah oleh Lembaga Pengamanan Kepresidenan di akun media sosial, Twitter.

Lembaga Pengamanan ini bertanggung jawab penuh terhadap Raja Salman.

Komisi Hak Asasi Manusia, Arab Saudi memberikan komentar terkait permasalahan ini. Mereka memberikan komentar bahwa feminisme bukanlah tindak pidana.

Namun demikian, menurut BBC, mereka tidak menyinggung isu homoseksualitas maupun ateisme. Video yang diunggah tersebut bermula dari upaya Arab Saudi menghilangkan citra negara yang tidak ramah terhadap perempuan.

Organisasi Amnesty International turut mengecam video yang diunggah badan pemerintah Arab Saudi tersebut.

Melalui Direktur Amnesty Internasional untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Heba Morayef, menyebutkan bahwa pesan yang disampaikan video tersebut sangat berbahaya.

"[Pesannya] berdampak sangat besar terhadap kebebasan berpendapat, terhadap kehidupan, kebebasan, dan keamanan di negara tersebut," kata Heba Morayef.

Sebelumnya, Arab Saudi telah mengumumkan kebijakan baru di bidang pariwisata dengan mengizinkan turis asing yang tak menikah menginap di satu kamar hotel.

Pengumuman tersebut merupakan bagian dari reformasi yang termaktub dalam Visi Saudi 2030 yang digagas oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Selain mengizinkan turis tak menikah menginap dalam satu kamar atau menerbitkan visa turis untuk pertama kalinya, Arab Saudi juga membuat reformasi bagi kaum perempuan.

Sehingga, tercatat ada tiga kebijakan yang memberikan kelonggaran bagi perempuan.

Dikutip dari Kompas.com Senin (14/10/2019), inilah tiga kebijakan terbaru Arab Saudi:

1. Dicabutnya Larangan Menyetir bagi Perempuan

2. Perempuan Boleh Menonton di Stadion Sepak Bola

3. Perubahan dalam Sistem Perwalian

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...