news24xx.com
News24xx


Internasional

Lusinan Bayi Dan Balita Dari Teroris ISIS Yang Dipenjara Diterbangkan Ke Moskow, Begini Penjelasannya

news24xx

The children of ISIS prisoner were evacuated The children of ISIS prisoner were evacuated

News24xx.com - Sebuah pesawat kementerian luar negeri Rusia telah membawa 32 anak berusia antara satu hingga tiga tahun ke Moskow dari Irak, tempat ibu mereka dipenjara karena tuduhan terorisme.

Pihak berwenang Rusia mengatakan 32 balita itu telah ditahan di penjara Irak di mana ibu-ibu mereka menjalani hukuman atau menunggu persidangan untuk keanggotaan kelompok Negara Islam.

Kementerian kesehatan Rusia mengatakan anak-anak tersebut tiba di Moskow pada Senin malam. Mereka dibawa langsung ke rumah sakit untuk menjalani tes medis.

Negara-negara seperti Inggris dan Prancis menarik kewarganegaraan penduduk mereka yang menjadi pejuang Islam. Sementara pemerintah Rusia, terutama Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov, mendorong penduduk mereka untuk kembali.

Namun pada awal November, kepala badan intelijen Rusia FSB, Alexander Bortnikov, memperingatkan risiko kembalinya sekitar 2.000 istri dan anak-anak Islamis yang bertempur di Irak dan Suriah.

Tidak jelas siapa yang akan merawat anak-anak tersebut ketika mereka tiba kembali di Rusia, atau di mana mereka akan dipindahkan.

Mungkin ada ribuan anak-anak di Irak dan Suriah yang lahir dari para pejuang asing yang tidak memiliki tempat lain sejak kekhalifahan mereka mulai runtuh pada tahun 2016.

Pihak berwenang Inggris mengatakan sekitar 850 orang dari Inggris telah melakukan perjalanan untuk memperjuangkan kelompok-kelompok jihad di Suriah dan Irak.

Moskow telah proaktif dalam mengidentifikasi anak-anak yang berasal dari Rusia karena akan berbahaya jika membiarkan mereka tumbuh dalam lingkungan yang teradikalisasi.

Kantor Kuznetsova mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi 123 anak-anak Rusia di Irak yang membutuhkan pemukiman, dan 699 anak-anak Rusia di seluruh wilayah yang telah 'dibawa ke Timur Tengah oleh orang tua mereka'. Mereka yang telah dibawa oleh orang tua mereka dapat kembali ke Rusia.

Sekitar 5.000 orang Rusia diyakini telah berbondong-bondong ke kelompok Negara Islam selama masa kejayaannya pada awal dekade ini. Pada puncaknya ia memegang wilayah yang mencakup sebagian besar Suriah utara dan Irak, dan mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di Eropa, Asia, dan Afrika.



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...