news24xx.com
News24xx


Kesehatan

Jarum Praktek Akupunktur Klinik Ini Tidak Steril, 115 Orang Terinfeksi Bakteri Kulit Yang Mengerikan

news24xx

A condition of a  contaminated patient A condition of a contaminated patient

News24xx.com

Akupunktur atau sejenis perawatan serupa telah ada selama beberapa dekade. Pengobatan tersebut selama ini diterima dengan positif oleh banyak orang, selama tempat itu sah dan perawatan dilakukan oleh para profesional. Namun, bagi 115 orang di Kaifeng, Henan ini, mereka pasti sangat menyesali keputusan mereka untuk pergi akupunktur karena mereka semua terinfeksi oleh bakteri mengerikan yang berasal dari jarum yang terkontaminasi.

Berdasarkan sebuah laporan oleh iFeng, pada tanggal 28 November, sebuah pemberitahuan kesehatan dikeluarkan dan mengonfirmasi bahwa 115 orang menderita bisul kulit setelah mereka menjalani perawatan akupunktur di sebuah klinik desa. Praktisi medis yang melakukan perawatan tersebut adalah Dr Fan dan dia cukup terkenal di desa tersebut.

Faktanya, dia bahkan bukan dokter dukun tetapi dokter berlisensi yang telah melakukan perawatan akupunktur sejak 2013. Ternyata pasien-pasien tersebut terinfeksi oleh bakteri yang dikenal sebagai Mycobacterium abscessus. Infeksi tersebut disebabkan oleh jarum dan peralatan yang tidak dibersihkan atau didesinfeksi dengan benar. 

Bakteri ini adalah spesies yang resistan terhadap berbagai jenis obat yang umum terjadi pada melalui kontaminasi dengan tanah dan air. Hal ini menyebabkan pasien mengalami infeksi kulit akibat jarum yang kotor. Untungnya, infeksi dapat diobati tetapi prosesnya panjang dan lambat untuk menemukan obat yang tepat untuk infeksi tersebut. Itu juga tidak mudah ditularkan dari orang ke orang.

Salah seorang pasien mengungkapkan bahwa istrinya akan pergi ke Dr Fan setiap 10 hari untuk mengobati sakit kakinya. Dia telah pergi tiga kali sebelum mulai mengalami gatal-gatal, kemerahan, pembengkakan dan rasa sakit di tempat perawatan. Kondisinya berangsur-angsur memburuk sampai kulitnya membusuk di kaki yang terinfeksi, yang berarti ada luka terbuka di mana-mana.

Lama- kelamaan semakin banyak orang yang datang dan mengeluh, sehingga penyelidikan pun diluncurkan. Penyelidik menemukan bahwa 115 orang di daerah itu terinfeksi bakteri. Saat ini, 20 orang telah dipulangkan sementara 84 lainnya masih dirawat di rumah sakit kabupaten. 11 orang lainnya juga menjalani perawatan di rumah sakit lain.

Saat penyelidikan masih berlangsung, Dr Fan dibawa ke polisi untuk diinterogasi. Ijinnya dicabutnamun belum jelas apakah dia akan didakwa karena melakukan tindak pidana atau tidak. Yang jelas, Pihak berwenang juga telah menutup kliniknya.



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...