news24xx.com
News24xx


Kriminal

Sadis! Hanya Karena Menggunakan Bahasa Inggris, Wanita Ini Di Penggal, Otaknya Dimakan

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com

Kasus pembunuhan sadis di kota Talisayan, Filipina akhirnya terungkap pad hari Kamis (5/12/2019). Polisi Filipina, mengungkap Seorang pria 21 tahun ditangkap karena membunuh perempuan muda, bukan hanya itu pelaku juga memakan bagian tubuh korbannya atau disebut juga kanibal.

Pejabat kepolisian Talisayan, Maribeth Ramoga, mengatakan, pelaku bernama Lloyd Bagtong (21). Ia ditetapkan sebagai tersangka utama pembunuhan seorang perempuan. Namun, identitas korban belum bisa dipastikan.

Jasad korban ditemukan oleh warga di sebuah rumah 4 kilometer dari kediaman pelaku di Barangay Punta. Pada saat itu, warga sangat resah, karena mayat perempuan tersebut ditemukan tanpa kepala.

Baca Juga: Bejad! Perempuan di Tangerang Selatan Diperkosa Usai Bangun Tidur Lalu Diteror Dari Instagram

Setelah mendapat laporan, polisi memburu pelaku berdasarkan keterangan saksi. Petugas mencurigai seorang pria yang datang bersama korban lalu pergi dari lokasi membawa bungkusan. Bagtong pun ditangkap di rumhanya di hari yang sama tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan, Bagtong mengaku sebagai pelaku pembunuhan dan menjelaskan runtutan kejadian. Dia mengikat tangan lalu melepas pakaian bagian atas korban. Setelah itu pelaku memenggal kepalanya.

Bagtong juga mengaku telah memakan otak korban karena lapar. Tanpa merasa jiik, bagian tubuh korban itu dijadikannya lauk untuk dimakan dengan nasi. Setelah itu dia membuang kepala korban ke lubang yang tidak jauh dari rumahnya.

Berdasarkan keterangan tetangga yang mengenalnya, Bagtong juga mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga: Kronologi Perampokan Uang Penjualan Sebesar Rp 170 Juta Di Sebuah Warung di Ciracas; Anak Usia 1,5 Tahun Jadi Sandra

www.jualbuy.com

Sementara itu soal motif pembunuhan, polisi masih mendalaminya. Namun pelaku mengatakan bahwa dia kesal kepada korban karena bahasa digunakannya.

"Tersangka mengatakan dia membunuh korban karena berbicara dalam bahasa Inggris. Ini mungkin membuatnya kesal," kata Ramoga, dikutip dari Philippine Daily Inquirer, Jumat (6/12/2019).

Polisi juga menemukan selembar kain penuh darah yang digunakan oleh tersangka untuk membungkus kepala korban dari tempat kejadian ke rumahnya.


NEWS24XX.COM/CTR



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...