news24xx.com
News24xx

Kesehatan

Hati-Hati! Masih Muda dan Rajin Berolahraga Bukan Jaminan Agar Tak Terkena Serangan Jantung, Ini Penyebabnya

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Aktor asal Malaysia, Ashraf Sinclair, dikabarkan meninggal dunia pagi ini, Selasa (18/2/2020). 

Suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) itu meninggal karena serangan jantung pada usia 40 tahun. 

Padahal dalam sebuah kesempatan wawancara, Ashraf mengaku sangat gemar berolahraga di pusat kebugaran. 

Salah satu yang biasa dia lakukan adalah nge-gym. Lantas, kenapa orang yang masih muda dan suka berolahraga terkena serangan jantung? 

Sebuah riset yang terbit pada April 2019 mengungkapkan, tingkat serangan jantung untuk orang berusia di bawah 40 tahun semakin meningkat. 

Selama beberapa dekade, usia lanjut ditetapkan sebagai salah satu faktor risiko terbesar seseorang terkena serangan jantung. 

Biasanya, pria di atas 50 tahun dan wanita di atas 65 tahun paling rentan alami serangan jantung. 

Namun, sekarang umur tak bisa dijadikan patokan. 

Pasalnya, mereka yang berusia di bawah 50 tahun pun rentan mengalami serangan jantung. 

Menurut ahli jantung Luke Laffin, salah satu faktor risiko terbesar adalah meningkatnya penderita diabetes tipe 2 di kalangan orang muda. 

Ada tiga faktor utama penyebab meningkatnya penderita diabetes tipe 2

Pertama, pola makan keliru dan konsumsi makanan olahan yang terlalu sering. 

Kedua, obesitas, ini termasuk skinny fat. 

Ketiga, gaya hidup pasif atau menurunnya aktivitas fisik. 

Menurut Laffin, terlalu sering menggunakan waktu untuk bermain ponsel juga membuat banyak orang menurunkan aktivitas fisik dalam beberapa dekade terakhir. 

Pergeseran gaya hidup ini pun membuat para ahli terkejut dengan fakta meningkatnya serangan jantung di kalangan muda. 

Sementara itu, dr Ratih Fabriani, dokter jantung di Rumah Sakit Universitas Indonesia, pernah mengungkap bahwa serangan jantung makin banyak diderita orang yang berusia 30 tahunan. 

Banyak juga penderita jantung yang sebelumnya tampak sehat, bugar, dan tidak memiliki riwayat penyakit apa pun dalam keluarganya. 

Sama seperti Laffin, Ratih pun menduga bahwa pergeseran usia penderita jantung dikarenakan pola konsumsi masyarakat yang berubah. 

Makanan dan minuman manis yang berlebihan bisa menambah risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Ratih mengatakan, kondisi yang terasa sehat dan aktivitas olahraga yang cukup tidak berarti menyelamatkan orang dari risiko penyakit jantung.

Satu-satunya cara memastikan terbebas dari penyakit jantung adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU). 

NEWS24XX.COM/CTR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...