news24xx.com
News24xx

Kesehatan

Rajin Bergerak Bisa Menghindari Otak Dari Penyusutan!

news24xx

Illustration Illustration

News24xx.com - Bergerak ternyata mampu mempertahankan volume otak, kemampuan kognitif, serta mencegah demensia. Aktivitas fisik terbaik adalah aerobik berkelanjutan, seperti berjalan, berenang, menari, dan berkebun.

Saat kita menua, tak hanya tulang dan otot, otak kita pun cenderung menyusut. Selepas usia 40 tahun, penelitian menunjukkan, berat otak manusia akan berkurang sekitar 5 persen setiap dekade. Setelah usia 70 tahun, penyusutan otak umumnya semakin cepat.

Untunglah peneliti menemukan cara untuk mempertahankan otak, yakni dengan cara bergerak dan bergerak. Aktivitas aerobik berkelanjutan, seperti berjalan, berlari, berenang, bersepeda, bahkan menari dan berkebun, mampu mempertahankan volume otak.

Baca Juga: Era New Normal; Ketahui Saat Yang Tepat Pakai Sarung Tangan Lateks

Para ilmuwan dari Universitas Columbia, Amerika Serikat, memindai otak menggunakan pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging/MRI) untuk mengukur volume otak orang lanjut usia dengan berbagai tingkatan aktivitas fisik. 

Penelitian melibatkan 1.557 orang berusia rata-rata 75 tahun. Menurut penelitian yang akan dipaparkan di Pertemuan Tahunan ke-72 dari The American Academy of Neurology (AAN) di Toronto, April mendatang, segala bentuk aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin akan memperlambat berkurangnya volume otak pada orang berusia 70 tahunan.

Hasil pindaian menunjukkan, orang yang kurang aktif cenderung memiliki otak lebih kecil. Sebaliknya, mereka yang aktif, otaknya lebih besar dan mengalami penyusutan lebih lambat. Ukuran otak rata-rata mereka yang tidak aktif adalah 871 sentimeter kubik (cm3), sedangkan yang aktif 883 sentimeter kubik. Perbedaan 1,4 persen volume otak itu setara dengan empat tahun penuaan otak.

Melambatnya penyusutan otak berkaitan dengan keberadaan faktor pertumbuhan neurotropik otak (brain-derived neurotrophic growth factor /BDNF), suatu protein yang dilepaskan selama latihan aerobik. Protein ini berfungsi seperti pupuk bagi sel saraf. BDNF mendorong pertumbuhan sel saraf baru serta peningkatan konektivitas fungsional di daerah otak melalui neuroplastisitas, yakni  kemampuan otak dan sistem saraf untuk berubah secara struktural dan fungsional sebagai akibat dari input lingkungan.

Jadi, jika Anda ingin ingatan tetap tajam dan daya pikir tetap cemerlang di masa tua, mulai sekarang rajinlah berolahraga dan jangan malas bergerak.

 



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...