news24xx.com
News24xx


Kriminal

Demi Melanjutkan Hidup, Orang Tua di Filipina Paksa Anak-Anaknya Bertindak Seksual

news24xx

Australian Federal Police (AFP) officers raided the home of a pedophile in Queensland. Australian Federal Police (AFP) officers raided the home of a pedophile in Queensland.

News24xx.com - Aparat Kepolisian Federal Australia (AFP) yang menggerebek rumah seorang pedofil di Queensland terkejut mendapati bahan-bahan pelecehan seksual anak-anak ternyata disiapkan oleh ibu dari anak-anak itu sendiri.

Sejak Mei delapan perempuan Filipina ditahan karena menjual jasa anak-anak mereka di internet. Beberapa pria Australia ditahan atas tuduhan membeli jasa layanan seksual di Filipina.

Salah satunya dilakukan oleh Vilma (bukan nama sebenarnya) yang berusia 36 tahun. Ia merupakan satu dari banyak warga Filipina yang hidup dalam kemiskinan di Cebu.

Baca Juga: Bejad! Perempuan di Tangerang Selatan Diperkosa Usai Bangun Tidur Lalu Diteror Dari Instagram

Dia memiliki empat orang anak berusia antara 7 sampai 11 tahun. Sebagai keluarga yang kurang mampu, ia harus mencari cara untuk bisa menghidupi diri dan keluarganya.

Dalam masa lima tahun, Vilma merekam video dan foto-foto, dan kemudian menayangkannya lewat internet dimana anak-anaknya melakukan tindakan serius.

Lalu, tayangan itu dijual kepada para pedofil di Australia, Jerman dan Amerika Serikat.

Untuk tayangan itu Vilma mendapat bayaran antara Rp 150 ribu sampai Rp 6 juta.

Pedofil ini akan menghubungi Vilma lewat media sosial seperti Facebook Messenger atau WhatsApp.

Baca Juga: Kronologi Perampokan Uang Penjualan Sebesar Rp 170 Juta Di Sebuah Warung di Ciracas; Anak Usia 1,5 Tahun Jadi Sandra

www.jualbuy.com

Kemudian dalam tayangan langsung, anak-anak ini dipaksa melakukan gerak-gerak seksual yang ditayangkan lewat kamera untuk kepuasan para pria yang membayar.

Seorang anak perempuan mengatakan dia tidak ingat lagi berapa kali dia harus melakukan hal tersebut atas paksaan ibunya.

Barulah setelah petugas AFP menggerebek rumah seorang pedofil di Queensland, mereka menemukan apa yang dilakukan Vilma.



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...