news24xx.com
News24xx


Internasional

Saat Dunia Mengkonfimasi Ribuan Kasus Positif Corona Baru, Selandia Masih Mengkonfirmasi 2 Kasus, Ini Rahasianya

news24xx

Prime Minister Jacinda Ardern adopted an unprecedented policy of closing the New Zealand border. Prime Minister Jacinda Ardern adopted an unprecedented policy of closing the New Zealand border.

News24xx.com - Akhir Juni lalu, dua kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Selandia Baru.

Saat banyak negara mencatat ribuan kasus positif per hari, dua kasus tadi sepertinya terlalu kecil untuk dicemaskan.

Namun selama 24 hari sebelumnya, Selandia Baru tak mencatat satupun kasus positif Covid-19.

Jadi, kasus yang diduga disebabkan pelanggaran aturan karantina itu cukup untuk mendorong Menteri Kesehatan Selandia Baru, David Clark, mundur dari jabatannya.

Pada 2 Februari lalu, seorang laki-laki di Filipina tercatat sebagai orang pertama di luar China yang meninggal akibat Covid-19.

Ketika itu, belum ada kasus positif di Selandia Baru. Namun keesokan harinya, pemerintah Selandia Baru melarang warga asing masuk ke negara mereka, baik dari maupun melalui China.

Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

Setiap warga Selandia Baru yang kembali dari China diwajibkan mengisolasi diri selama 14 hari.

Saat virus corona menyebar ke berbagai negara, Selandia Baru melarang penerbangan dari dan menuju Iran. Kasus positif Covid-19 pertama Selandia Baru berasal dari Iran.

Pembatasan masuk Selandia Baru juga diberlakukan untuk setiap orang yang datang dari Korea Selatan, kawasan utara Italia, atau mereka yang mengalami gejala klinis Covid-19.

Terhitung sejak 16 Maret, setiap orang, termasuk warga negara mereka, wajib menjalani mengisolasi diri setibanya di Selandia Baru. Hanya pendatang dari negara kepulauan di kawasan Pasifik yang dikecualikan dari ketentuan ini.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengklaim regulasi itu merupakan yang paling ketat di dunia. Dia berkata, 'tidak akan memberi ampun' pada pelanggaran atas aturan tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Asal Muasal Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan Besar di Beirut

www.jualbuy.com

Beberapa hari setelahnya, Ardern menutup Selandia Baru. Itu berlaku untuk hampir semua warga negara asing.

Namun pada pertengahan Maret, virus corona tidak dapat dikontrol melalui rencana penanganan pandemi flu biasa, kata salah satu pakar epidemologi ternama Selandia Baru, Michael Baker.

Baker berkata, pujian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada keberhasilan kota Wuhan menerapkan karantina mendorong Selandia Baru mengambil kebijakan sejak dini demi pembersihan total.



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...