news24xx.com
News24xx


Nasional

Nasib Malang Bayi 13 Bulan saat Disuapi Makan Siang Sang Ibu, Tiba-Tiba Hal Mengerikan Ini Terjadi

news24xx

KH cried during medical treatment by the doctor at RSUD SMART Pamekasan KH cried during medical treatment by the doctor at RSUD SMART Pamekasan

News24xx.com - Bayi laki-laki berusia 13 bulan mengalami nasib malang saat sedang disuapi makan siang oleh sang ibunda.

Akibat peristiwa malang itu, bayi yang berinisial KH ini harus menjalani operasi di ruang sel bedah RSUD SMART Pamekasan, Madura, Kamis (6/8/2020).

Lantas, peristiwa apa yang menimpa bocah tersebut?

Kejadian tersebut diceritakan paman KH, Abdurrahman.

Sekira pukul 14:00 WIB kemarin, KH digendong sang ibu di area sekitar rumahnya.

Sedang asyik menyuapi makan, sang ibu mendengar ada bunyi letusan yang tak jauh dari tempatnya menggendong KH.

Bunyi letusan itu bersamaan dengan KH yang tiba-tiba menangis.

Baca Juga: Viral Kisah Wanita Tua di Indramayu Yang Nyaris Tewas Akibat Dililit dan Disembur Ular Kobra

Ibu KH yang merupakan warga Jalan Bonorogo, Kabupaten Pamekasan, Madura ini langsung mengecek keadaan bayi laki-lakinya.

Hingga akhirnya, Ibu KH melihat tetesan darah keluar dari lengan bagian kiri anaknya.

Ternyata, bayi berusia 13 bulan itu tertembak peluru nyasar.

Korban kemudian menjalani perawatan di rumah sakit.

Lanjut pria yang karip disapa Rahman, posisi peluru nyasar itu menembus kulit KH.

Hal itu diketahui Rahman berdasarkan hasil rontgen.

"Untung masih kena lengan si ponakan saya. Seandainya tidak kena lengan ponakan saya, bisa kena dada adik saya (ibunya) yang gendong," syukurnya.

Abdurrahman bercerita, setelah keponakannya itu terkena peluru nyasar, pihaknya langsung mencari informasi di area sekitar perihal siapa yang memiliki senapan angin (bedil).

Tak sia-sia usahanya, terduga pelaku penembak peluru nyasar itu ditemukan.

Baca Juga: Waspada! Hanya Karena Bahan Bangunan Ini, Gadis Muda Asal Inggris Alami Kanker Langka Yang Mengerikan

www.jualbuy.com

Ternyata peluru itu berasal dari rumah tetangga yang punya senapan angin.

Pelaku berdalih, ia hanya menembak ke tembok saja.

Saat ini, kata Abdurrahman, keluarga korban sedang menemui orangtua terduga pelaku.

Hal itu dilakukan untuk membicarakan permasalahan tersebut secara kekeluargaan

Abdurrahman menyebut, jarak antara rumah terduga pelaku dan tempat peluru nyasar sekira 300 meter.

Selain itu, terduga pelaku yang menembak peluru nyasar masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Abdurrahman merasa beruntung, pasalnya, warga sekitar memberikan informasi kepadanya di area sekitar yang memiliki senapan angin.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu tetangga yang dekat dengan rumah terduga pelaku, anak tersebut memang sering bermain senapan angin.



Index of News


Berita Terkait

Loading...
loading...