news24xx.com
News24xx

Meranti

Kisah Tragis Buruh Sawit Asal Riau di Malaysia, Ingin Selamatkan Istri Malah Tewas Dihimpit Truk

news24xx

Hamka while working in oil palm plantation, Johor, Malaysia. Hamka while working in oil palm plantation, Johor, Malaysia.

News24xx.com -  Hamka atau akrab disapa Epet (32 tahun) adalah sosok suami yang bertanggungjawab dan rela meregang nyawa karena menyelamatkan istrinya.

Hamka berasal dari Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Berniat hendak menyelamatkan sang istri, ia sendiri akhirnya tewas setelah terhimpit truk pengangkut buah sawit.

Menurut cerita Kepala Desa Mengkopot, H Ansar, nasib naas Hamka terjadi Minggu 25 Februari 2018 di kebun sawit tempatnya bekerja di Johor, Malaysia.

Hamka tewas saat berusaha menyelamatkan istrinya yang juga bekerja sebagai buruh di kebun sawit di Negara tetangga tersebut.

"Nama istrinya Rosita. Mereka sama-sama bekerja di Malaysia sebagai buruh di perkebunan sawit," kata Ansar yang juga paman Hamka, Selasa (27/2/2018).

Kejadian memilukan itu terjadi saat Hamka telah selesai bekerja membongkar buah sawit. Saat hendak pulang ke mess pekerja, Hamka bersama istri dan rekan lainnya dibawa menggunakan truk pengangkut.

Saat itu karena kondisi jalan bergelombang sehingga membuat truk oleng dan miring. Saat itu pekerja yang ada di dalam bak truk juga ikut tergoncang dan panik.

"Lori (Truk) nya oleng. Saat itu Hamka melihat istrinya akan jatuh. Sehingga dia melompat dan berusaha menyelamatkan istrinya," ceritanya.

Saat itu truk yang sudah oleng tak mampu bertahan dan akhirnya terguling. Malangnya, saat itu Hamka berada tepat di bawah truk, sehingga dia akhirnya terhimpit.

"Dia sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Saat diperiksa dan di cek Hamka sudah tidak bernyawa. Saat ini jenazah dalam perjalanan untuk dibawa kembali ke kampung. Kabarnya baru sampai di Jakarta melalui pesawat kargo dan langsung akan dibawa ke Pekanbaru. Selanjutnya akan dibawa ke pelabuhan Buton, Siak melalui jalur darat dan dilanjutkan pakai Kapal langsung ke Mengkopot," jelasnya.

Dijelaskan Ansar, sampai saat ini ratusan pemuda di kampungnya masih menyandarkan hidup dengan bekerja ke negeri jiran Malaysia. Kebanyakan bekerja sebagai buruh di perkebunan. Secara keseluruhan mereka bekerja menggunakan paspor pelancong.

"Inilah yang menjadi masalahnya. Masyarakat kita bekerja di Malaysia hanya menggunakan paspor pelancong," tambahnya.

Padahal Hamka bersama istrinya, kata Kades sudah dijadwalkan akan pulang hari ini (Selasa). Jika tidak akan bermasalah terhadap paspornya.

"Maksimal ke Malaysia hanya sebulan jika menggunakan paspor pelancong. Jadi harus kembali ke Indonesia dulu sebelum satu bulan. Setelah beberapa hari dan dicap masuk di Imigrasi, baru bisa kembali ke Malaysia lagi," terangnya.

Ditambahkan teman dekat Hamka, Pauzi, bahwa proses pemulangan jenazah dibantu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Jika tidak, akan sangat sulit untuk memulangkan jenazah ke kampung halamannya.*

news24xx/mad/HPN

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages


Berita Terkait

Loading...
loading...